Bupati Agus Dukung Pemuda Kembangkan Kesenian dan Kebudayaan

Foto Balieditor.com-frs: Pembukaan seni budaya di Pantai Happy Lovina

BALIEDITOR.COM – Pemuda diharapkan mampu untuk terus melestarikan dan mengembangkan kesenian serta kebudayaan yang ada di Bali. Pemkab Buleleng sangat mendukung hal tersebut. Salah satu contoh adalah kegiatan yang sudah dilakukan Karang Taruna Dharma Yowana dan Sekaa Taruna Dharma Laksana, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Bali.

Dua organisasi pemuda tersebut menggelar kegiatan lomba metapak barong dan juga mekendang tunggal serangkaian HUT ke 23 untuk lebih melestarikan seni, adat, dan budaya. Apresiasi pun muncul dari Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat menghadiri pembukaan kegiatan di Kawasan Pantai Happy, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Jumat (13/3/2020).

Ditemui usai membuka kegiatan, Bupati Agus Suradnyana menjelaskan kegiatan seperti ini perlu didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Mulai dari pemerintahan terkecil yaitu pemerintah desa sampai kabupaten. Apalagi kegiatan seperti ini pertama kali digelar khususnya di Desa Tukadmungga. Karang Taruna dan Sekaa Truna berkolaborasi untuk menggelar acara yang bertema budaya yaitu lomba metapak barong serta mekendang tunggal.

Baca Juga:  Rumah Tua Peninggalan Kolonial Belanda akan Diusulkan Jadi Cagar Budaya

“Ini kolaborasi yang bagus sehingga pemuda di Desa Tukadmungga bisa berkesenian dan menunjukkan kemampuannya dalam lomba ini. Pemerintah sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh para pemuda,” jelasnya.

Dirinya sebagai kepala daerah sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Karang Taruna Dharma Yowana dan Sekaa Truna Dharma Laksana, Desa Tukadmungga ini. Ini dikarenakan hal-hal yang bersifat pengembangan dan pelestarian kebudayaan serta atraksi penting untuk kemajuan daerah. Jangan berpikir setiap gelaran budaya dikatakan festival yang tidak jelas tujuannya.

Baca Juga:  Jadikan Heritage, Jalan di Paket Agung Mau Dihotmix

“Justru dengan gelaran budaya atau festival tersebut ada ruang mereka untuk tampil. Ada ruang untuk berkesenian. Kalau tidak ada ruang, kapan berkembangnya kesenian. Itu sebenarnya maksud dan tujuannya,” ujar Agus Suradnyana.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ni Kadek Rika Pramestika Dewi dalam laporannya menyebutkan, lomba metapak barong dan mekendang tunggal ini tujuan utamanya adalah untuk lebih memberi ruang kepada pemuda untuk berkesenian. Selain itu, melalui kegiatan ini pula, para pemuda di Desa Tukadmungga ingin lebih memperkenalkan Pantai Happy ke dunia luar dan wisatawan.

“Kita ingin Desa Tukadmungga khususnya Pantai Happy lebih dikenal luas oleh masyarakat ataupun wisatawan baik itu domestik maupun mancanegara,” ucapnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *