Cemburu, Pegawai DLK Tusuk Pegawai Kontrak Pemkab Buleleng, Lalu Bunuh Diri

Foto Balieditor.com-frs: Korban Alamsyah yang bakar diri

Foto Balieditor.com-frs: Korban Alamsyah yang bakar diri

BALIEDITOR.COM – Diduga karena dibakar apai cemburu, Alamsyah, 32, nekat menusuk Putu Agus Suarasa Saputra alias Agus, 38.

Menariknya, usai menusuk Agus yang diduga selingkuhi istrinya, Alamsyah pun melakukan aksi bunuh diri dengan cara bakar diri.

Kasus menggegerkan ini terjadi di Gang Ratnadi III Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Buleleng, Bali, Selasa (13/2) sekitar pukul 14.30 wita.

Alamsyah beralamat di Gang Ratnadi III Lingkungan Petak, Kelurahan Astina, Singaraja, sedangkan Putu Agus Suara Saputra beralamat di Lingkungan Delod Peken, Kelurahan Kendran, Buleleng.

Diduga kejadian ini disebabkan rasa cemburu Alamsyah usai memeriksa isi pesan handphone istrinya bernama Lina Rumbiana yang berisikan kata-kata mesra yang dikirim seseorang yang diduga adalah Agus.

SMS itulah yang membuat Alamsyah naik pitam dan langsung menuduh istrinya yang sehari-hari berjualan nasi kuning di Pasar Buleleng berselingkuh dengan Agus.

Alamsyah yang sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di DLH Buleleng tidak terima dan langsung menghubungi Agus yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai kontrak lingkup Pemkab Buleleng melalui telepon seluler untuk bertemu di rumah Alamsyah di lokasi kejadian. Agus yang datang ke rumah Alamsyah, seketika disambut oleh Alamsyah yang membawa pisau belati.

Pisau belati yang dihujamkan Alamsyah tepat mengenai dada kiri dan perut kanan Agus. Agus pun berlari, dan langsung dilarikan oleh warga setempat menuju ke RSUD Buleleng, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah lihat SMS, anak saya langsung marah-marah sama istrinya, gak tau apa masalahnya,” ujar Nur Hayati, 56, ibu dari pelaku Alamsyah.

Usai menusuk Agus, diduga karena panik dan takut mendekam di penjara, Alamsyah pun berusaha melakukan aksi bunuh diri dengan meminum racun. Namun, nyatanya niat itu malah urung dilakukan, lantaran Alamsyah tidak menemukan botol racun.

Batal bunuh diri memakai racun, tak disangka, Alamsyah yang berasal dari Kelurahan Kampung Singaraja malah mengambil sebotol bensin yang sempat dibeli sebelumnya dan menuangkan bensin diatas kasur yang ada di ruang kamar tamunya serta menyiram dirinya, yang selanjutnya pelaku membakar dirinya sendiri.

Warga beserta keluarga Alamsyah yang panik, langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran. Sebanyak 1 unit mobil Damkar datang ke lokasi, dan berhasil memadamkan api. Sayang, seluruh tubuh Alamsyah sudah gosong. Dalam kondisi gosong 100 persen, Alamsyah langsung dilarikan ke RSUD Buleleng. Namun saat dalam perjalanan, Alamsyah menghembuskan nafas terakhir.

“Kami menerima pasien bakar diri, dalam kondisi 100 persen terbakar dan meninggal dalam perjalanan. Kedua, sebelumnya kami juga menerima korban bacok pada dada, itu masih sadar. Tapi, sebentar akan dilakukan operasi. Kami belum tahu apakah luka tusuk di dadanya itu tembus hingga ke organ vital atau tidak,” ujar Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara, saat ditemui di RSUD Buleleng.

Kepala Lingkungan Peguyangan yang mewakili Kepala Lingkungan Petak, Made Wirayuda Oka membantah, jika persoalan ini dipicu perselingkungan antara istri Alamsyah dengan Agus. Menurut dia, persoalan ini hanya karena hutang piutang antara istri Alamsyah dengan Agus.

“Jadi ini hutang piutang, si Alamsyah melihat isi sms dari Agus kepada istrinya soal hutang, Agus dipanggil oleh Alamsyah untuk datang. Baru Agus datang, langsung disambar pakai belati. Alamsyah meninggal karena bakar diri, sekarang masih ditangani polisi,” jelas Wirayuda Oka.

Hingga saat ini anggota polisi masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Adapaun barang bukti yang diamankan antara lain, uang tunai sebesar Rp50 ribu, satu buah kalung emas, satu buah pisau dapur berisi bercak darah, satu buah kasur dalam kondisi telah terbakar, dan satu buah botol racun serangga (baygon). (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *