“Cintai Musik Sayangi Semesta”, Pola Nature V Studio Didik Siswa

Foto Istimewa: Siswa Nature V Stduio Musik sedang menanam pohon

Foto Istimewa: Siswa Nature V Stduio Musik sedang menanam pohon

BALIEDITOR.COM – I Gusti Bagus Hadi Supadma, bos Nature V Studio, mempunyai cara tersendiri dalam mendidik siswa-siswinya.

Ya, Nature V Studio Musik memiliki pola khas yakni mengusung slogan ‘Cintai Musik Sayangi Semesta’.

Ini merupakan instrument dasar yang diajarkan guru musik, I Gusti Bagus Hadi Supadma dalam mendidik siswa siswinya. Bahkan, untuk membangkitkan vibrasi semesta terhadap rasa, bakat, serta vokal, siswa yang berlatih seni musik diajak menanam pohon pada areal perkebunan di Desa Tukad Mungga Kecamatan Buleleng, Bali.

”Kita ajak siswa mengembangkan bakat dan minat melalui vibrasi mencintai musik menyayangi semesta,” ungkap Supadma, Minggu (15/4/2018) sore di sela-sela penanaman berbagai jenis pohon di Kebun V Studio Desa Tukadmungga.

Ia berdalih, mendekatkan siswa dengan alam merupakan sentuhan dari pendidikan seni musik yang dapat berkembang melalui penyatuan rasa, jiwa, dan karsa, terutama cinta kasih serta sayang terhadap sesama dan alam semesta.

”Bukan hanya siswa, penanaman pohon juga diikuti orang tua siswa sebagai motivator terbesar dalam perkembangan bakat dan minat generasi emas kita,” tandas Supadma yang berencana mengembangkan Kebun V Studio miliknya sebagai pusat serta destinasi tanaman obat, dari oleh dan untuk setiap insan yang peduli terhadap musik, anak, dan tanaman untuk kesehatan.

Hal senada diungkapkan salah satu orang tua siswa, AKBP Nyoman Suwija. Gadik di SPN Singaraja ini mengatakan salut dan mengapresiasi pola pendidikan yang dikembangkan V Studio.

”Memang dari pola pendidikan, mengembalikan peserta didik ke alam, berlatih dan menempa diri mengikuti vibrasi alam itu sangat bagus untuk membangkitkan sekaligus mengembangkan bakat dan minat yang ada pada diri anak atau siswa,” ujarnya.

Ia berharap, pola sederhana yang juga dapat membangkitkan rasa cinta tanah air, bela negara ini dapat dikembangkan oleh lembaga pendidikan lainnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *