CSR BI: Bunda Tutik Serahkan CSR BI kepada Sanggar Seni Panji Mesuriak

Foto Istimewa: Bunda Tutik di Sanggar Seni Panji Mesuriak

BALIEDITOR.COM – Setelah menghadiri seminar nasional dengan mitra kerja Komisi XI yaitu Lembaga Penjamin Simpanan LPS di SMAN Bali Mandara Jumat (21/12/2018) pagi hingga siang, anggota Komisi XI DPR RI Tutik Kusuma Wardhani kembali bergerak ke Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, pada sore harinya.

Apa kegiatannya? Ternyata di Desa Panji, Bunda Tutik bertemu dengan para seniman yang tergabung dalam Sanggar Seni Panji Mesuriak di Banjar Dinas Kelod Kauh.

Kepada Sanggar Seni Panji Mesuriak, Bunda Tutik menyerahakn bantuan CSR Bank Indonesia (BI). Kala itu srikandi Demokrat itu dimpingi I Gede Dharma Widjaya Caleg Demokrat untuk DPRD Bali dari Dapil Buleleng dan Perbekel Panji Nyoman Sutama serta para kelian banjar dinas seperti keliar banjar dinas Bangah, Kelod Kauh, Babakan, dan Dauh Pura.

Menariknya, walaupun hujan deras melanda Kota Singaraja dan sekitarnya, tapi tidak menyurutkan semangat Bunda Tutik untuk mendatangi sanggar ini.

Bunda Tutik tidak hanya memberikan CSR BI kepada Sanggar Panji Mesuriak, tetapi juga secara simbolis diserahkan CSR BI kepada beberapa suka-duka dan dadia di Desa Panji.

Baca Juga:  Tari Pendet dan Teruna Jaya Masal Sambut Gelaran Aset BBDF 2018

Bunda Tutik pada kesempatan sore itu memuji perjuangan dan keuleten pimpinan sanggar seni itu. Karena dalam perjalanan sanggar seni tersebut sering menemui berbagai gelombangan cobaan namun atas ketegaran para pengurus sanggar seni itu sehingga berkembang besar seperti saat ini.

“Apa yang menjadi hasil kerja Pak Ketut (maksudnya Ketua Ngurah Alit Maruta, Ketua Sanggar Seni Panji Mesuriak) akan mendapat anugerah dari Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Bunda Tutik.

Berkat kegigihan membina dan mengembangkan seni dan budaya Bali melalui Sanggar Seni Panji Mesuriak ternyata banyak mendapat simpati sehingga dukungan dalam berbagai bentukpun bakal mengalir ke sanggar seni itu. “Jangan patah semangat pak, jangan mengeluh pak, walau kita kecil tetapi di mata Sang Hyang Widhi Wasa tentu ini sangat mulia dan sangat besar,” tandas Buda Tutik memberikan semangat.

“Titiang (saya, red) baru kali ini bisa memberikan program sosial, dan baru sebesar itu, astungkare kalau titian bisa kembali duduk di legislative tentu titiang akan” tanda bantu,” jaji srikandi Demokrat itu disambut aplaus meriah dari hadirin.

Baca Juga:  Budaya: Peneliti Australia Ingin Teliti Kapal Perdagangan Budak yang Tengggelam di Perairan Pemuteran

Karena, kata dia, ini sudah merupakan tugasnya sebagai anggota DPR yang harus mau duduk bersama masyarakat, mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat kemudian memperjuangkannya.

“Anggap titiang sebagai jembatan bagaimana menghubungkan antara masyarakat dengan pemerintah. Karena zaman sekarang kalau kita tidak berkolaborasi, tdak bersinergi semua akan terasa berat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Ketua Sanggar Seni Panji Mesuri, Ketut Ngurah Alit Maruta menjelaskan sekilar kisah berdirinya sanggar ini. “Terimas kepada Bunda Tutik karena sudah menjembatani sanggar ini sehingga mndapat bantuan,” paparnya.
Perbekel Panji Nyoman Sutama menyampaikan terima kasih kepada Bunda Tutik atas bantuan dan perhatiannya terhadap sanggar seni ini.
”Suksma kepada Ibu Tutik karena sudah membantu masyarakat kami dengan CSR, ini tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ucap Perbekel Sutama.

Menariknya pada kesempatan itu Bunda Tutik ikut menari bersama ibu-ibu anggota sanggar karena acara itu juga dirangkaikan dengan perayaan Hari Ibu 22 Desember dan Tahun Baru. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *