Curanmor: Curi Motor, Dua Pelajar SMA di Seririt Dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Salah satu anggota sindikat pelaku curanmor

BALIEDITOR.COM – Tragis! Dua pelajar SMA di Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, terpaksa mendekam dalam sel tahanan karena terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor.

Kedua pelajar SMA itu bernama Putu Arya Wardana, 17, dan Roni, 17, berasal dari Desa Patemon, Kecamatan Seririt. Keduanya melakukan aksi tidak terpuji bersama preman kampung yang juga dari Desa Patemon bernama Widiana alias Sempol, 20.

Ketiga maling kampung itu dibekuk Polsek Seirit, Rabu (12/9/2018) setelah ploisi menerima laporan daru Made Sukening, 61, dari Lingkungan Mekar Sari, Kelurahan Seririt. Sukening kehilangan motor Honda Variol DK 5443 UA pada Selasa (7/8/2018) lalu.

Polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan pada Rabu (12/9/2018) polisi menemukan sepeda motor Vario yang mirip dengan motor milik Sukening. Polisi pun membututi motor tersebut, hingga akhirnya diketahui motor tersebut dipakai oleh Made Parsana warga Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt. Hanya saja, warna kendaraan dan plat dari motor itu telah berubah menjadi DK 8571 UN.

Polisi pun tidak mau dikelabui oleh plat palsu itu dan langsung memintai keterangan Parsana. Dari sana polisi tahu jika motor tersebut dibeli dari salah satu teman anaknya yang tidak diketahui identitasnya. Polisi pun kemudian menggali keterangan anak Parsana yang bernama GP. Dari keterangan GP, motor itu dibeli dari temannya berinisial tersangka Wardana.

Polisi pun memburu Wardana dan berhasil menangkapnya. Wardana pun mengakui perbuatannya. Menariknya, Wardana pun mengungkapkan bahwa aksi itu dilakukan bersama dua rekannya yakni Roni dan Sempol. Dan Roni serta Sempol pun ditangkap polisi dan mereka mengakui perbuatannya.

“Jadi 2 orang tersangka ini masih dibawah umur. Sedangkan 1 tersangka lainnya sudah dewasa. Mereka sudah mengakui perbuatannya telah mencuri motor dan dijual kepada orang lain,” ungkap Kapolsek Seririt, AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, Selasa (17/9/2018) siang.

Kapolsek Dewa Anom menegaskan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan, untuk mengungkap kemungkinan ada lokasi lain tempat mereka mencuri. “Kini kasusnya masih dalam pengembangan. Mereka berhasil kami amankan, berkat kerja keras anggota dalam melakukan lidik. Ketiganya sudah kami amankan di Mapolsek Seririt,” jelas Kapolsek Dewa Anom. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *