Curanmor: Residivis Cilik Kumat, Terancam 7 Tahun Penjara

Foto Balieditor.com-ngr: Tersangka Komang Agus Juniarta bersama barang bukti

BALIEDITOR.COM – Masyarakat Kota Seririt, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, ini harus ekstra waspada. Karena kawasan segitiga emas itu menjadi incaran maling.

Menariknya, maling yang menjadikan Seririt sebagai zona operasi mereka adalah kelompok maling cilik.

Faktanya, dua kali Polsek Seririt menangkap pelaku curanmor selalu masih di bawah umur. Tangkapan maling cilik terbaru adalah Komang Agus Juniarta, 17, yang beralamat di Kelurahan Banyuasri Singaraja.

Serunya lagi, ternyata Agus masih di bawah umur, namun pengalaman di dunia hitam sudah luar biasa. Buktinya Agus adalah alumnus Lapas Anak di Karangasem, dan baru bebas 4 bulan lalu.

Maling cilik berpengalaman asal Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar itukembali dibekuk polisi karena kembali melakukan aksi pencurian sepeda motor. Agus mencuri sepeda motor Scoopy DK 8059 VJ milik Komang Riza Setiani, 23, warga Banjar Dinas Alas Harum, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Bagaimana kisahnya? Agus melakukan aksinya saat mengetahui motor milik korban diparkir rumah kost korban di Kelurahan Seririt. Tampaknya pelaku melakukan aksinya Rabu (5/9/2018) dini hari.

Korban langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Seririt. Berdasarkan laporan itu, tim opsnal Unit Reskrim Polsek Seririt melakukan penyelidikan. Pada Jumat (14/9/2018) sekitar pukul 14.00 wita, polisi menemukan motor yang mirip dengan ciri-ciri motor milik korban dibawa oleh seseorang yang bernama Dandres, warga Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt.

Dari keterangan Dandres itu, polisi membongkar aksi Agus. Polisi mendapat informasi bahwa motor itu digadaikan seseorang yang mengaku bernama Komang asal Seririt. Berbekal dari keterangan tersebut, ciri-ciri pelaku akhirnya mengarah kepada pelaku Agus yang awalnya telah mengaku bernama Komang. Sebab, pelaku Agus meski dibawah umur, aksi kejahatannya tidak pernah luput dari pantauan polisi, karena sudah dilakukan berulang kali.

Nah, Sabtu (16/9/2018) sekitar pukul 02.00 wita, Agus yang baru keluar dari Lapas Anak di Karangasem pada 9 Mei 2018 lalu, akhirnya diciduk di Jalan Ngurah Rai Singaraja tepatnya di depan air mancur Taman Kota Singaraja. Saat diinterogasi, Agus pun mengakui perbuatannya.

Ternyata pengakuan Agus membuat tercenggang. Ini lantaran, usia muda tetapi ternyata Agus adalah jaringan maling lintas kabupaten. Ia pernah mencuri di Lovina, Seririt, hingga ke Gianyar. Bahkan Agus mengaku, sudah 2 kali menjalani proses persidangan, dan terakhir dihukum 2 tahun 1 bulan penjara. Uang hasil kejahatannya, dipakai untuk judi tajen.

“Baru keluar 9 Mei. Nyuri sudah 10 motor dan ini yang terakhir. Motor tak gadaikan, uangnya pakai tajen di Lovina,” ujar Agus.

Sementara seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Seririt, AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menjelaskan, tersangka Agus merupakan seorang residivis dan sebelumnya sudah 2 kali berurusan polisi karena kasus yang sama. Total sudah ada sekitar 10 motor dan 1 mobil yang disikat pelaku, dari pertama mulai melancarkan aksi kejahatannya sampai saat ini.

“Jadi modus pelaku, dimana pada malam hari pelaku masuk ke dalam kamar rumah kost yang dihuni, lalu pelaku mengambil kunci motor tersebut dari atas meja, selanjutnya mengambil dan membawa pergi motor yang diparkir di depan kamar kost,” ungkap Kapolsek Dewa Anom, Rabu (19/9/2018) siang.

Meski tersangka Agus masih dibawah umur, Kapolsek Dewa Anom memastikan, tidak ada proses diversi bagi yang bersangkutan.

“Ini untuk dapat memberikan efek jera terhadap pelaku, karena sudah berulang kali dilakukan. Pelaku terancam hukuman maksimal atas perbuatannya,” pungkas Kapolsek termuda di Bali ini.

Tersangka Agus terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *