Curi Barang Rongsokan, Unyil Dihajar Massa

Foto Balieditor-ngr: Pelaku Unyil babak belur dihajar massa

Foto Balieditor-ngr: Pelaku Unyil babak belur dihajar massa

BALIEDITOR.COM – Gara-gara mencuri sejumlah barang di gudang rongsokan di Banjar Dinas Pala, Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, Gede Adi Saputra alias Unyil, 23, babak belur dihajar massa.

Unyil adalah warga Banjar Dinas Gandongan, Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerogak, Buleleng. Kejadiamnya pada Selasa (6/2/2018) sekitar pukul 19.30 wita. Kasusnya pun kini masih ditangani Polsek Seririt, sementara pelaku masih mendapatkan perawatan akibat luka memar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Balieditor.com menyebutkan kejadian ini bermula dari pelaku Unyil awalnya masuk ke gudang rongsokan milik Mohammad Shobri Wasil, 21, warga Jalan Diponogoro Seririt yang tidak dihuni. Unyil masuk ke gudang, dengan cara membuka pintu gudang yang tidak terkunci. Saat masuk ke gudang, Unyil melepas 4 roda timbangan dan 2 batang ass-nya.

Naas, saat keluar pintu gudang, pelaku diketahui oleh Shobri. Seketika, Shobri langsung menghajar Unyil hingga babak belur. Usai dihajar, pelaku lalu diserahkan ke Polsek Seririt.

Dikonfirmasi Kapolsek Seririt, Kompol Loudwyik Tapilaha, membenarkan kejadian itu. Kata dia, pelaku diserahkan ke polisi dalam kondisi luka-luka. Ia mengaku, masih belum mengetahui apakah pelaku dihajar secara ramai-ramai atau seorang diri.

“Ya, tapi karena kondisi pelaku saat diserahkan kepada kami dalam keadaan luka-luka karena dipukul oleh korban (Shobri, red) selaku pelapor di TKP. Maka pelaku kami bawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selanjutnya, diserahkan kepada keluarganya dulu untuk dirawat,” kata Kapolsek Loudwyik, Rabu (7/2/2018).

Saat ini ada beberapa barang bukti yang sudah diamankan di Mapolsek Seririt dan diduga merupakan hasil pencurian yang dilakukan pelaku diantaranya, 4 roda timbangan besi, 2 batang ass roda timbangan besi dengan panjang 45 centimeter, 2 batang besi berbentuk huruf S, 1 buah bel mobil bekas. Total kerugian akibat aksi pencurian ini, ditafsir mencapai Rp 200.000.

“Barang bukti sudah kami amankan. Lelaku mengalami luka-luka bengkak pada dahi, mata, dan mulut, serta luka robek pada tangan kiri. Ya, kasusnya tetap jalan. Saat ini, kan masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, termasuk kami masih mendengarkan keterangan dari saksi-saksi,” pungkas Kapolsek Loudwyik. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *