Curi Kayu di Hutan Negara, Arimbawa Dibekuk Polisi

Foto Balieditor.com-ngr: Tersangka Ketut Arimbawa

BALIEDITOR.COM – Gara-gara mencuri kayu jenis sonokeling di hutan negara di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, warga Banjar Dinas Belulang, Desa Sepangm Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Ketut Arimbawa, 33, dibekuk polisi dari Polsek Seririt.

Arimbawa diringkus polisi Sabtu (17/11/2018) dinihari sekitar pukul 02.45 wita. Dia ditangkap karena ketahuan sedang membawa 65 batang kayu jenis sonokeling yang diangkut menggunakan truck DK 9310 AN.

Penangkapan Arimbawa ini bermula dari laporan masyarakat, bahwa ada truck mengangkut kayu yang diduga berasal dari hutan negara di kawasan Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt. Berdasarkan laporan itu, Tim Opsnal Polsek Seririt, langsung menuju ke lokasi dan mendapati truck DK 9310 AN membawa 65 batang kayu jenis sonokeling.

Truck itupun distop dan langsung diperiksa anggota polisi. Saat diperiksa, pengemudi Arimbawa tidak bisa menunjukan dokumen kepemilikan puluhan kayu tersebut, sehingga pelaku Arimbawa pun langsung digiring ke Mapolsek Seririt untuk menjalani proses pemeriksaan.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, KBO Reskrim Polres Buleleng, Iptu Dewa Sudiasa mengatakan, dari tangan pelaku Arimbawa, anggota berhasil menyita barang bukti berupa 65 batang kayu jenis sonokeling, 1 buah geregaji mesin, dan 1 unit truck DK 9310 AN yang digunakan pelaku untuk mengangkut puluhan kayu tersebut.

“Pelaku mengangkut kayu dan memiliki kayu tersebut tanpa dokumen. Pelaku mengambil kayu itu di hutan negara kawasan Desa Pangkungparuk, dengan cara menebang kayu hutan memakai geregaji mesin dan puluhan kayu-kayu itu diangkut menggunakan truck milik pelaku,” ungkap Dewa Sudiasa, Rabu (21/11/2018) siang.

Berdasarkan keterangan pelaku, sambung Dewa Sudiasa, puluhan kayu itu akan dijual pelaku ke wilayah Jawa. Meski begitu Sudiasa mengaku, masih akan melakukan pengembangan terkait kasus ilegal loging yang melibatkan pelaku Arimbawa ini, untuk mengetahui kemungkinan ada gudang tempat pelaku selama ini menyimpan kayu hasil curian di kawasan hutan negara.

“Sementara baru ada satu tersangka, kalau gudang sementara belum, dan ini masih dalami lagi. Pelaku ditangkap saat diperjalanan usai mengambil kayu di kawasan hutan oleh tim opsnal saat melakukan patroli. Sekarang proses dari kasus ini, masih dalam penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Dewa Sudiasa.

Arimbawa dijerat dengan pasal 83 ayat (1) jo pasal 12 huruf e UU RI No. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara serta denda paling banyak Rp2,5 miliar. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *