Dapat Tambahan Anggaran, Aparatur Kelurahan Buleleng Dilatih Kemampuan Kelola Uang

Foto Ist: Asisten I Setkab Buleleng Putu Karuna (tengah) sedang memberikan sambutan pada cara pembukaan pelatihan pengelolaan keuangan bagi staf kelurahan

BALIEDITOR.COM – Setiap kelurahan kini mendapat kucuran dana besar ari Pemerintah Pusat. Jumlahnya mencapai Rp 1,4 miliar pertahun.

Pengelolaan anggaran sebesar itu perlu kualitas dan kapasitas aparatur kelurahan yang mumpuni agar tidak terjadi salah pengelolaan anggaran tersebut.

Untuk itu Rabu (14/1/20202), Kecamatan Buleleng melakukan sosialisasi peningkatan kapasitas terhadap 17 Kelurahan di Kecamatan Buleleng, 1 kelurahan dari kecamatan sukasada, 1 kelurahan dari kecamatan Seririt. Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahtraan Setda Buleleng, Putu Karuna, SH, di Gedung Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Jalan Pahlawan No 1 Singaraja.

Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos, M.Si menjelaskan, pada awal tahun 2020, Kecamatan Buleleng kembali melaksanakan penganggaran dana untuk kelurahan di Kecamatan Buleleng. Masing-masing kelurahan akan menggelola anggaran sebesar Rp 1,4 miliar, dengan adanya tambahan yang cukup besar itu aparatur yang ada di kelurahan khususnya yang ada di Kecamatan Buleleng, Sukasada dan Seririt harus didukung dengan tata kelola yang baik dan benar.

“Supaya sesuai dengan regulasi yang ada, dengan mengundang Bappedalitbang Kabupaten Buleleng, BPKPD Kabupaten Buleleng, Inspektorat Kabupaten Buleleng sebagai narasumber, diharapkan aparatur yang ada di kelurahan mampu mengelola anggaran dengan baik, tentunya juga didukung dengan sarana dan prasarana yang memada,” jelas Camat Dody seraya menambahkan,”Tahun 2019 sudah kita penuhi sesuai kebutuhan, baik itu komputer, printer, dan laptop.”

Camat Dody menambahkan, untuk peserta dari masing-masing kelurahan berjumlah sebanyak 5 orang, nantinya peserta ini akan diberikan pemaparan terkait dengan hal-hal yang mesti diketahui dalam mengelola anggaran dan mempertanggungjawabkannya tentunya melalui disiplin kerja dan meningkatkan kinerja terhadap aparatur di kelurahan.

Kata dia, memang selama ini yang jadi kendala yaitu kualitas aparatur di masing-masing kelurahan, meskipun demikian Kecamatan Buleleng akan memberikan bimtek-bimtek untuk lebih meningkatkan kapasitas terhadap seluruh lurah yang merupakan kuasa pengguna anggaran.

“Pada tahun 2019 kami sudah melakukan proses pelaksanaan anggaran kelurahan, sudah barang tentu banyak kendala-kendala yang kita alami” ungkapnya seperti dilansir Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Buleleng.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pembangunan Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Genep, mengatakan saat ini kelurahan cukup banyak mengelola anggaran.

Dengan demikian, sambung dia, dibutuhkan kemampuan untuk merencanakan penggunaan anggaran tersebut, sehingga tidak terjadi masalah setelah perealisaiannya.

“Dalam hal ini kami di bappeda membantu merencanakan data-data di kelurahan itu agar valid. Contohnya di kelurahan itu akan memperbaiki jalan yang rusak, jadi harus valid datanya dimna lokasinya, status jalanya, lebarnya berpa, brapa panjang jalan tersebut, serta berapa alokasi anggaran yang di gunakan,” paparnya.

Genep mengharapkan agar setiap kelurahan mampu membuat program-program yang harmonis dengan Kabupaten, melalui harmonisasi tersebut terdapat slot-slot anggaran yang bisa ditangkap oleh masing-masing kelurahan, dengan demikian Bappedalitbang Buleleng akan melakukan pemantauan dari segi capaian target kinerja yang dilakukan oleh seluruh kelurahan yang ada di Kabupaten Buleleng.

“Apakah sudah sesuai dengan capaian target kinerja atau belum serta apa yang perlu dikerjakan. kemudian dari segi sarana dan prasarana juga harus ditingkatkan” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *