Dari Arena Porprov: Cuma Bermain Imbang, Tim Sepakbola Buleleng Masuk Kotak

Foto Balieditor.com-frs: Pemain Buleleng (merah) berebutan bola dengan pemain Tabanan. Kedua tim bermain imbang 2-2

BALIEDITOR.COM – Tim Sepakbola Kabupaten Buleleng berhasil menahan imbang tim tuan rumah, Tabanan dengan skoe 2-2 (0-2) pada pertandingan babak penyisihan Grup di Stadion Debes, Tabanan, Kamis (12/9/2019) siang.

Hasil tersebut membuat Buleleng menjadi tim pertama yang harus angkat koper dari hiruk-piruk pesta olahraga Bali dua tahunan tersebut. Kendati masih menyisahkan satu pertandingan namun apapun hasilnya tidak akan membantu tim dari Bumi Panji Sakti itu untuk melangkah ke babak knockout alias semifinal. Karena Buleleng baru mengumpulkan satu poin dari tiga laga yang telah dilakoni.

Pertandingan Kamis siang berlangsung cukup ketat. Karena kedua tim sama-sama berjuang untuk membuka peluang lolos. Namun, nasib berkata lain.Kedua tim harus berbagi angka, 2-2.

Tim tamu Buleleng sudah tertinggal dua gol di babak pertama. Pada menit ke-40, I Kadek Eric Prima Putra mencetak gol pertama bagi tuan rumah. Memasuki menit ke-43, giliran kapten tim Tabanan, Agus Erlambang yang menambah gol.

Skor 2-0 bertahan hingga wasit Nengah Jatiartawan meniup peluit tanda akhir babak pertama.

Di babak kedua, tim Buleleng mengejar ketertinggalan. Pada menit ke-67 salah seorang pemain Tabanan melakukan handsball di kotak terlarang. Buleleng pun mendapat kesempatan lewat tendangan penalti. Ade Kurniawan yang dipercaya algojo berhasil mengeksekusi si kulit bundar dan kedudukan beribah menjadi 1-2.

Tim Bulldog mendapat kesempatan emas setalah salah satu pemain tuan rumah IGP Aryoga Saputra diusir dari lapangan pada menit ke-72, setelah diberi kartu merah. Saputra dihadiahi kartu merah karena melakukan pelanggaran keras yang berpotensi mencederai lawan.

Unggul jumlah pemain, membuat mental pemain Buleleng makin tinggi. Hanya berselang dua menit pasca Saputra diusir tepatnya menit ke-74, Buleleng menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Kali ini kapten tim Buleleng Kadek Surya Dita yang merobek gawang Tabanan yang dikawal I Putu Santika Ado Utama.
Go tersebut bermula dari pelanggaran yang dilakukan pemain belakang Tabanan terhadap pemain Buleleng sehingga menghasilkan tendangan bebas buat Buleleng. Kapten tim Buleleng, Kadek Surya Dita mengeksekusi bola tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Tendatang Surya mengarahkan langsung ke gawang Tabanan. Penjaga gawang Tabanan, I Putu Santika Adi Utama gagal menghalau bola tersebut. Skor 2-2 bertahan hingga wasit tiup peluit panjang.

Pelatih Tim Sepakbola Buleleng I Ketut Mudiarta mengatakan, permainan tim sudah cukup baik ketimbang beberapa pertandingan sebelumnya. “Anak-anak sudah bermain dengan bagus. Memang kita masih belum beruntung, sehingga tidak bisa lolos babak penyisihan. Seandainya menang, mungkin kita masih punya peluang,” kata Mudiarta.

Meski sudah dipastikan tersisih dari babak penyisihan, tim Buleleng masih menyisakan satu pertandingan lagi. Yakni berhadapan dengan tim Karangasem pada Sabtu (14/9/2019) mendatang. “Pertandingan terakhir kami akan tetap bertanding all out,” tegas Mudiarta.

Sayang, pertandingan yang disaksikan sekitar 2.000-an lebih penonton itu diwarnai dengan aksi tidak sportif ofisial tuan rumah Tabanan. Ofisial tim Tabanan sempat melayangkan protes pada wasit, setelah pertandingan. Suasana pun menjadi tegang hingga diwarnai pelemparan botol ke arah wasit dan terjadi aksi lemparan yang menodai nilai-nilai fair play dan nilai-nilai sportivitas. Wasit Jatiartawan pun harus dievakuasi keluar stadion oleh Pol PP Tabanan. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *