Derita Siswa SDN 5 Ringdikit: Jembatan Darurat Tuntas, Siswa Lega

Foto-Foto Balieditor.com-cha: Jembatan Darurat Tukad Saba Selesai, Siswa SDN 5 Ringdikit Lega

Foto-Foto Balieditor.com-cha: Jembatan Darurat Tukad Saba Selesai, Siswa SDN 5 Ringdikit Lega

BALIEDITOR.COM – Ternyata perintah Gubernur Bali Komjen Pol (Purn) Made Mangku Pastika cukup ampuh. Sebagai bukti, dalam tempo singkat telah berdiri jembatan darurat semi dari beton. Cepatnya pembangunan jembatan darurat itu tidak lepas dari campur tangan Pemerinath Provinsi Bali seteah Gubernur Bali Made Mangku Pastika berkunjung ke tempat itu beberapa waktu lalu.

“Kami lega akhirnya harapan yang sudah lama dambakan kini terwujud.Kami tidak lagi cemas melihat anak-anak kami berangkat dan pulang sekolah melintasi sekolah.Terima kasih polisi,terima kasih Gubernur yang telah memberi perhatian terhadap kondisi kami disini,” ujar Putu Sadia warga setempat, Senin (23/1/2017).

Sadia menceritakan, harapan itu baru terkabul setelah 37 tahun berlalu saat SDN 5 Ringdikit pertama dibangun. Kata dia, warga yang tinggal di Dusun Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, lebih memilih menyekolahkan putra putrinya ke SD 5 Ringdikit karena lokasi sekolah itu paling dekat dengan perkampungan mereka. Meski melintasi sungai Tukad Saba dengan mengundang resiko namun bagi mereka lebih baik dari pada sekolah lain yang tempatnya lebih jauh.

”Bertahun kami dambakan jembatan ini dan baru sekarang terwujud.Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kami solusi paling baik,”tandasnya.

Bagaimana tanggapan para siswa? ”Kami senang tidak lagi basah dan copot sepatu. Bahkan nanti kami akan lebih cepat tiba disekolah maupun dirumah,” ujar sejumlah siswa dengan raut muka yang cukup sumringah.

Sebelumnya diberitakan, siswa SDN V Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, terpaksa mengambil resiko terseret arus sungai saat hendak pergi sekolah. Hal itu akibat tidak adanya akses yang memadai menuju sekolah mereka. Satu-satunya akses hanya menyeberangi Sungai (Tukad) Saba selebar kurang lebih 150 meter dengan kedalaman nyaris sepinggang orang dewasa terletak di Dam Sabe di desa setempat.Kondisi itu sudah sejak lama menjadi ke khawatiran orang tua wali siswa dan warga Dusun Sakti, Desa Lokapkasa, Kecamatan Seririt tempat puluhan siswa tersebut berasal.Bahkan, Kapolsek Seririt Kompol Anak Agung Wiranta Kusuma memberikan atensi serius terhadap masalah itu setelah sebelumnya menerima keluhan warga setempat.

“Kami prihatin melihat siswa SD menuju sekolah dengan menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras.Dan itu berpotensi menimbulkan kecelakaan karena cukup beresiko,”ujarnya.

Menurutnya,perlu dicarikan solusi sementara agar anak-anak tersebut aman saat hendak berangkat maupun pulang sekolah.”Kita tidak boleh biarkan anak-anak menyeberang tanpa pengawasan atau alat yang meminimalisir potensi kecelekaan terpeleset akibat derasnya arus air sungai,” imbuhnya.

Untuk itu,katanya,pihaknya menggandeng Basarnas membuat semacam alat penyelamat untuk menghindari para siswa terpeleset atau terbawa arus.

”Kami menggandeng Basarnas untuk memikirkan cara cepat agar anak-anak aman saat menyebarngi sungai.Untuk sementara kami membentangkan tali melintasi sungai untuk dipegang saat mereka melintasi sungai.Kmai kira itu smentara cara aman agar anak-anak terhindar dari bahaya,” tandasnya. (cha)

IMG-20170123-WA0019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *