Di Bontihing, Dana BKK Cair Dulu, Baru Disuruh Buat Proposal

Foto-Foto Balieditor.com-frs: DPRD Buleleng Dierima Perbekel Bontihing

Foto-Foto Balieditor.com-frs: DPRD Buleleng Dierima Perbekel Bontihing

BALIEDITOR.COM – Ternyata terjadi banyak cara dan mekanisme inkonstitusional dalam mencairkan dana-dana dari pemerintah. Seperti dana BKK yang diperoleh Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada tahun anggaran 2016 lalu dari Pemkab Buleleng.

DPRD Buleleng mencium bau kurang sedap tentang penggunaan dana BKK sebesar Rp 1,3 miliar. Kamis (5/1/2017) siang dua pimpinan bersama satu anggota Komisi I langsung melakukan sidak ke Pemerintahan Desa Bontihing. Para wakil rakyat yang geram dengan cara-cara yang konstitusional dan melakukan sidak ek Bontihing adalah Wakil Ketua I DPRD Buleleng Ketut Susla Umbara, SH, Wakil Ketua II DPRD Buleleng I Made Adi Purnawijaya, S.Sos, dan anggota Komisi I Putu Tirtha Adnyana.

Para wakil rakyat itu diterima langsung oleh Perbekel Bontihing Gede Ardika, Sekretaris Desa (Sekdes) Bontihing I Wayan Supar Artawan, SH dan sejumlah staf. Dalam pertemuan itulah terkuak segala cara dan mekanisme inkonstitusional yang dipakai oknum staf BPMPD Kabupaten Buleleng untuk mencairkan dana BKK senilai Rp 1,3 miliar kepada Desa Bontihing.

foto-1

Wakil Ketua DPRD Buleleng I Made Adi Purnawijaya menanyakan apakah ada proposal soal dana BKK itu, Perbekel Ardika menjawab bahwa memang ada proposal. Hanya saja proposal disetor setelah dana BKK senilai Rp 1,3 miliar cair. Hanya saja, kata Ardika, pihaknya diminta membuat proposal setelah dana BKK senilai Rp 1,3 miliar dicairkan terlebihdahu.

“Ada proposal. Tapi uangnya keluar dulu, baru kami minta buat proposal,” ungkap Perbekel Ardika di hadapan para wakil rakyat itu, Kamis (5/1/2017) siang.

Masalahnya tidak sampai disitu. Ternyata setelah uang itu cair, Desa Bontihing hanya mempergunakan dana BKK sekitar Rp 500 juta lebih. Karena Rp 800 juta dikembalikan oleh pihak desa ke Kas Daerah.

“Karena Rp 650 juta untuk membangun jalan itu, kami sudah kembalikan ke Kas Daerah karena jalan yang mau dibangun itu adalah jalan kabupaten. Begitu pula Rp 150 juta, tapi dana itu belum masuk ke rekening desa,” beber Sekdes I Wayan Supar Artawan, SH, panjang lebar.

Disebutkan Sekdes Supar Artawan dana Rp 800 juta yang dikembalikan itu awalnya untuk membangun jalan ke Pura Pucuk Bang Desa Bontihing sebesar Rp 650 juta, dan pengaspalan jalan Banjar Kawanan, Desa Bontihing, sebesar Rp 150 juta. “Tapi dana ini kami sudah kembalikan ke Kas Daerah karena kedua jalan ini adalah aset daerah (baca: jalan kabupaten),” urai Supar Artawan.

Supar Artawan memaparkan dana BKK sekitar Rp 500 juta itu dipakai membangun Wantilan Pura Bale Agung Desa Pakraman Bontihing sebesar Rp 150 juta; rehab jalan ke Pura Maksan Tajun senilai Rp 100 juta; membangun senderan Balai Banjar Rendetin sejumlah Rp 100 juta; dan membangun senderan Balai Banjar Dinas Kanginan senilai Rp 67.560.000.

Selain itu pengadaan bibit dan pakan ternak babi Kelompok Tani Ternak Werdi Asri, Banjar Dinas Kawanan, senilai Rp 50 juta; pengadaan bibit dan pakan ternak babi Kelompk Tani Ternak Merta Sari, Banjar Dinas Kanginan, senilai Rp 50 juta.

Wakil Ketua I DPRD Buleleng Ketut Susila Umbara, SH, menegaskan bahwa terjadi kesalahan besar di Pemkab Buleleng, terutama tidak adanya koordinasi antar dinas sehingga tidak mengetahui adanya jalan kabupaten (aset daerah) di Desa Bontihing. “Kok aneh, di Kabupaten kok tidak tahu jalan kabupaten di Bontihing, lalu mencairkan dana terus diminta kembali. Kan lucu,” tandas Susila Umbara dibenarkan oleh Wakil Ketua II DPRD Buleleng Adi Purnawijaya dan Putu Tirtha Adnyana, anggota Komisi I DPRD Buleleng. (frs)

Dana BKK 2016 untuk Desa Bontihing:

Total BKK : Rp 1,3 miliar
Terpakai :
1. Membangun Wantilan Pura Bale Agung Rp 150.000.000
2. Rehab jalan ke Pura Maksan Tajun Rp 100.000.000
3. Membangun senderan Balai Banjar Rendetin Rp 100.000.000
4. Membangun senderan Balai Banjar Dinas Kanginan Rp 67.560.000
5. Pengadaan bibit dan pakan ternak babi Kelompok Tani Ternak Werdi Asri, Banjar Dinas Kawanan Rp 50.000.000
6. Pengadaan bibit dan pakan ternak babi Kelompk Tani Ternak Merta Sari, Banjar Dinas Kanginan Rp 50.000.000

Dikembalikan ke Kas Daerah:
1. Membangun jalan ke Pura Pucuk Bang Rp 650.000.000
2. Pengaspalan jalan Banjar Kawanan Rp 150.000.000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *