Di Buleleng, Bali Resik Sampah Plastik Dipusatkan di Pelataran Pura Medue Karang

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Aksi bersih-bersih sampah plastik di Kubutambahan

BALIEDITOR.COM – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Bali, secara berkisambungan melaksanakan aksi pembersihan sampah terutama sampah plastik.

Kegiatan pembersihan yang dilakukan dalam rangka Program Gerakan Semesata Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dicetus oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Untuk di Kabupaten Buleleng gerakan semesta Bali resik sampah plastik di bulan Juli ini dipusatkan di kawasan pelataran Pura Medue Karang Desa Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan, Minggu (14/7/2019) pagi.

Humas Pemkab Buleleng melansir, aksi pembersihan yang dilakukan serentak di 9 kecamatan di kabupaten Buleleng.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan ini bertujuan agar dapat membangun kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan serta untuk mewujudkan buleleng yang bersih dan tetap lestari.

Kadis Ariadi juga mengatakan, kegiatan aksi pembersihan ini sebagai implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik.

Selain itu Pemkab Buleleng melalui Bupati Buleleng sudah menindaklajuti dengan mengeluarkan Intruksi Bupati Buleleng nomor 365 DLH tahun 2019 agar dapat bersama-sama mengurangi plastik sekali pakai.

Dikatakannya, untuk kegiatan Bali resik ini dilaksanakan serentak di seluruh Kabupaten/Kota se Bali.

Sementara di Kabupaten Buleleng dilaksanaakan serentak tersebar di sembilan kecamatan. Dari hasil sampah plastik yang berhasil dikumpulkan akan ditimbang dan dipilah di TPA Bengkala.

“Jadi sampah plastik yang dipungut hari ini mempunyai nilai ekonomi atau daur ulang sementara yang sampah organic akan diolah menjadi pupuk kompos,”pungkasnya.

Aksi gerakan pembersihan sampah plastic itu melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Buleleng, Pegawai, Unsur TNI/Polri, Organisasi masyarakat, BUMD, serta warga setempat.(frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *