Dibantu Alat Berat BWS, DAS Batu Pulu di Pemaron Dibersihkan

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Alat berat milik BWS Bali Penida bantu bersihkan DAS Batu Pulu di Pemaron

BALIEDITOR.COM – Untuk membersihkan daera aliram sungai (DAS) Batu Pulu du sekitar jembatan Pemaron tepatnya sebelah timur PLTGU Pemaron, Pemkab Buleleng harus mendatangkan alat berat milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Satu alat berat milik BWS itu dipakai membersihka kayu-kayu yang menumpuk dan menyangkut di bawah jembatan.

Humas Pemkab Buleleng melansir, pembersihan ini dimotori oleh Pemerintah Kecamatan Buleleng yang dipimpin langsung Camat Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, S.Sos.,M.Si bersama BPBD Buleleng, Dinas PUPR, Dinas Perkimta, dan Dinas LH, TNI dan Polri, Rabu (13/3/2019).

Ditemui di sela-sela pembersihan, Gede Dody menjelaskan bahwa pengangkatan kayu yang menyangkut di bawah jembatan ini dilakukan dengan menggunakan satu alat berat yang didatangkan oleh BWS Bali Penida. Bersama-sama dengan warga, TNI, Polri dan Dinas terkait, pihak Pemerintah Kecamatan Buleleng membantu menaikkan kayu-kayu gelondongan besar yang diangkat dengan alat berat tersebut.

Selain kayu gelondongan besar, kata dia, ada pula sampah-sampah dari bamboo yang dinaikkan. “Kita bergotong royong di sini untuk mengambil sampah yang menyumbat jalannya air,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pula, mantan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kubutambahan ini juga mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa mewaspadai cuaca buruk yang kurang bersahabat. Potensi-potensi bencana juga masih ada yang diakibatkan oleh cuaca buruk ini. Selain itu, angin kencang yang membuat pohon tumbang juga perlu diwaspadai.

“Sambil jalan, kita juga akan berkoordinasi dengan Balai Jalan untuk memangkas pohon di sepanjang jalan nasional,” ujar Gede Dody.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) UP3 Pemeliharaan Sungai dan Pantai BWS Bali Penida, Ketut Suyasa yang turut hadir mengatakan BWS Bali Penida sendiri sifatnya hanya membantu untuk penyediaan alat berat saat ini.

Untuk ke depan, kata dia, terkait dengan pemeliharaan sungai, BWS Bali Penida menunggu laporan dan usulan dari pemerintah daerah. “Kami hanya membantu untuk jangka pendek saja,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk sedimentasi ataupun pengendapan yang diusulkan untuk dikeruk, hal tersebut bukan terjadi karena sungainya.

Dimanapun, tikungan sungai yang dalam pasti akan tertimbun. Untuk tikungan luar juga pasti terkena air sehingga banyak terdapat sedimen-sedimen. “Karena prilaku sungai memang seperti itu,” tutup Suyasa. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *