Diduga Fiktif, Proyek BBRBLPP Rugikan Negara Miliaran Rupiah

Foto Balieditor.com-cha: Erni

BALIEDITOR.COM – Malapetaka besar terjadi di Gondol.

Sejumlah proyek di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan dinilai telah merugikan Negara miliaran rupiah.

Proyek-proyek yang bersumber dari APBN itu dikelola oleh Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan (BBRBLPP), Gondol,Desa Penyabangan,Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.

Selain diduga fiktif,proyek tahun anggaran 2017/2018 itu juga dituding menyalahi proses tender yang tidak sesuai dengan mekanisme.Tak tanggung-tanggung,nilai kerugian Negara diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sejumlah proyek telah dinilai merugikan Negara tersebut diantaranya,rehabilitasi senderan pantai dan pagar pinggir pantai, pekerjaan taman, pekerjaan angkul-angkul (gapura), pekerjaan gazebo, palataran outdoor, rehabilitasi jalan ke Pura Gondol, fiktif.

Bahkan, proyek pengadaan peralatan perikanan tahun anggaran 2018 senilai Rp 403 juta tidak saja dinilai menyalahi proses tender namun pemenang tender ternyata fiktif.

Badan Komite Pemberantasan Korupsi (BKPK) RI mengaku telah melakukan investigasi atas sejumlah kecurangan pengelolaan keuangan Negara itu dan menemukan penyalah gunaan keuangan yang merugikan Negara berjumlah miliaran rupiah.

Ketua Umum BKPK, Erni Sumarni memastikan anggaran yang bersumber dari APBN itu tidak terkelola dengan baik dan luput dari pengawasan pihak terkait.”Kami akan cross chek ke kementrian terkait sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut,”ujar Erna,Senin (20/5/2019) didampingi BPKP Perwakilan Bali,Ketut Suartika,SH.

Erna mengaku proyek-proyek yang dikelola BBRBLPP, Gondol, diduga fiktif, diantaranya proyek rehabilitasi jalan menuju Pura Gondol,Desa Banyupoh,proyek pengadaan peralatan perikanan tahun anggaran 2018 senilai Rp 403 juta.

Bahkan kata Erna, saat dilakukan penelusuran ke alamat perusahaan yang tertera dalam dokumen tender,tidak ditemukan nama perusahaan dimaksud.”Kami tidak menemukan nama pemenang tender CV. Karya Sari Sedana beralamat di Dusun Tapak Dara,Desa Kubutambahan hanya ada kelompok ternak bernama Sari Sedana,”jelasnya.

Yang aneh,menurut Erna,proses tender tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemenang tender tidak hanya perusahaan fiktif namun tidak memenuhi prosedur yang berlaku.”Masak untuk tender senilai ratusan juta pemenang tendernya perusahaan sekelas CV,” imbuhnya.

Selain itu, proyek pengerajaan rehabilitasi sendaran pantai di areal Kantor Balai Perikanan Gondol juga ternyata fiktif. Begitu juga proyek berkaitan dengan peningkatan sarana umum Kantor Balai Perikanan Gondol,semuanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Dan yang benar-benar proyeknya tidak terwujud namun anggarannya turun yakni rehabilitasi jalan menuju Pura Gondol.

”Jika ditotal kerugian Negara akibat proyek curang itu senilai Rp 2 miliar lebih.Kasus ini pasti kami tindak lanjuti melalui proses hukum namun sebelumnya kami pastikan cross chek terlebih dahulu untuk memastikan melalui badan audit Negara,”tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *