Disbud Buleleng Gelar Pagelaran Seni Topeng dan Barong

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Kadisbud Buleleng Gede Komang

BALIEDITOR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng semakin gencar melakukan upaya-upaya untuk menjaga kelestarian seni dan budaya. Seperti yang dilakukan Dinas Kebudayaan (Disbud) yang akan menggelar pagelaran seni topeng dan barong di Gedung Sasana Budaya Singaraja pada tanggal 18 Januari 2019 mendatang.

Kepala Dsbud Buleleng Drs Gede Komang,M,Si, seperti dilansir Humas Pemkab Buleleng bahwa pagelaran ini sebagai tambahan atraksi wisata yang akan digelar setiap minggu.

Gede Komang menjelaskan, pada tahun ini Disbud memiliki program untuk melaksanakan pagelaran seni dan budaya pertunjukan topeng dan barong, yang akan dilaksanakan rutin setiap hari Jum’at dimulai pukul 11 siang. “Jadi ini untuk tontonan para tamu yang datang ke Buleleng, dan untuk bulan Januari dan Februari ini masih gratis sebagai upaya promosi,” ungkap Gede Komang di ruang kerjanya, Selasa (15/1/2019) pagi.

Baca Juga:  Budaya: Bupati Agus Janji Promosikan Kesenian Asli Buleleng ke Australia

Kata dia, program ini sejalan dengan kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST, bagaimana menumbuhkan ekonomi kreatif, pemajuan seni dan budaya untuk bisa memberikan daya dukung pariwisata di Buleleng. Pagelaran ini sendiri akan dipentaskan oleh pimpinan dan juga staf Disbud.

“Seni yang akan digelar diutamakan pagelaran topeng dan barong saja, tetapi kami juga akan melihat selera tamu nantinya, jika memungkinkan akan digelar tari-tarian yang lainnya juga,” jelasnya.

Gede Komang menambahkan, pagelaran seni topeng dan barong ini juga sebagai upaya untuk menjadikan Gedung Sasana Budaya sebagai salah satu destinasi wisata kota. Sehingga para tamu yang ingin ke kota Singaraja akan bisa menikmati pertunjukan seni yang rutin digelar setiap Jumat ini. “Karena rutin diadakan setiap Jumat, para tamu yang datang ke kota tidak lagi melihat jadwal pagelaran seni, tetapi mereka sudah tahu pasti jam berapa dan hari apa akan ada pertunjukan di Gedung Sasana Budaya,” tambah Gede Komang.
Untuk pembiayaannya, Kadisbud Gede Komang akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Bupati Agus. Rencananya akan menggunakan donasi-donasi dari tamu yang datang untuk menutup biaya operasional. Sebagai Penari, Penabuh, dan juga Sendon/Gerog dilakukan oleh staf Dinas Kebudayaan. Tamu yang datang nantinya tidak wajib bayar, melainkan dengan donasi secara sukarela.

Baca Juga:  Jembatan Peninggalan Belanda: Setelah Disoroti Publik, Baru Dicat

“Kami tidak menganggarkan kegiatan ini, karena pemeran seni juga dilakukan oleh staf kami dan di ruang yang kami sediakan sendiri,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *