DLH Buleleng Janji Cek Sampah di Pesisir Pengastulan

Foto Balieditor.com-cha: Tumpukan sampah di muara Tukad Saba di wilayah Desa Pengastulan

BALIEDITOR.COM – Keluhan masyarakat Pengastulan, Kecamatan Seririt, tentang tumpukan sampah di sepanjang pesisir pantai Desa Pengastulan dan muara Tukad (sungai) Saba, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, akhirnya mendapat
respon dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.

Rencananya dalam waktu dekat, DLH Buleleng akan turun ke lokasi untuk mengecek kondisi di lapangan termasuk melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat yang ada di sepanjang aliran Tukad Saba.

Kepala DLH Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, persoalan sampah saat ini memang menjadi perhatian serius oleh pemerintah Buleleng.

Ariadi Pribadi tidak memungkiri, sepanjang aliran Tukad Saba memang terlihat kumuh akibat sampah-sampah menumpuk, terutama di muara Tukad Saba. Dan imbasnya, pesisir pantai di wilayah Kecamatan Seririt, khususnya Desa Pengastulan dihiasi tumpukam sampah.

“Sampah memang meluber di Tukad Saba, mungkin saja itu sampah kiriman dari laut. Itu sudah kami undang pihak terkait yang ada di pinggiran Tukad Saba ada sebanyak 6 desa, kami akan diskusi untuk mencari jangka pendeknya (penanganan, red), apa yang harus kami kerjakan. Yang jelas, sampah itu akan diangkut,” kata Ariadi Pribadi, Senin (17/6/2019).

Sampah-sampah terutama sampah plastik yang meluber di muara Tukad Saba dan sepanjang pesisir pantai Desa Pengastulan, diyakini dapat mengancam kerusakan ekosistem lingkungan laut. Sampah berbagai jenis menumpuk dari ujung sungai dengan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Dari informasi, sampah-sampah itu berasal dari kiriman warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Saba. Warga terpaksa membuang sampah ke sungai tersebut karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Terkait hal itu, Ariadi Pribadi mengaku, akan segera turun ke lokasi untuk mengecek dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat.

“Kalau sumbernya tidak kami bersihkan, akan tetap (sampah meluber, red). Karena sampah tidak ada ujungnya, kalau penanganannya tidak tersistem (maksimal, red). Kami akan segera koordinasikan dan saya akan turun ke lokasi secepatnya,” pungkas Ariadi Pribadi.

Sebelumnya, sampah menghiasi pesisir pantai Desa Pengastulan dan muara tukad saba, Kecamatan Seririt, Buleleng. Sampah berbagai jenis menumpuk dari ujung sungai dengan mengeluarkan bau tidak sedap. Sedangkan diseputaran pantai, timbunan sampah mengotori kawasan tersebut termasuk wilayah perairan.

Dari informasi warga sekitar, sampah-sampah itu berasal dari kiriman warga yang tinggal di sepanjang DAS Tukad Saba, yang sengaja membuang sampah ke sungai karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah.

Lantaran sampah semakin menumpuk, warga melakukan gotong royong untuk membersihkan sampah. Hanya saja, upaya itu masih belum maksimal, mengingat volume sampah yang datang sangat banyak. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *