DPR RI: Bunda Tutik Berikan Santunan untuk 50 Siswa Miskin di Sidatapa dan Pedawa

Foto Istimewa: Para siswa penerima santunan berfoto bersama Bunda Tutik dan rombongan

BALIEDITOR.COM – Roadshow kegiatan sosial-kemanusiaan yang dilakukan anggota Komisi XI DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani Minggu (3/6/2018) cukup panjang.

Dalam sekali gerakan sosialanya, srikandi Fraksi Demokrat yang akrab disapa Bunda Tutik menyadar tiga desa sekalian di kawasan SCTP (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa). Yakni Desa Cempaga, Desa Sidatapa dan Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 wita itu diawal dari safari kesehatan alias pengobatan gratis di Desa Cempaga yang dihadiri sekitar 250-an warga setempat. Selain itu, Bunda Tutik juga memberikan 75 paket sembako kepada warga Cempaga.

Setelah di Cempaga, Bunda Tutik dan rombongan melanjutkan aktivitasnya ke Desa Sidatapa yang berjarak tidak jauh dari Cempaga. Di Desa Sidatapa, Bunda Tutik menyerahkan 75 paket sembako.

Hanya itukah? Ternyata tidak. Di Desa Sidatapa Bunda Tutik juga sudah ditunggu 50 siswa miskin dari Desa Sidatapa dan Desa Pedawa. Kelima puluh siswa miskin dari kedua desa itu menerima santunan dari Bunda Tutik hasil kerjasama dengan mitra kerjanya Bank BNI 45.

“Memang saya juga memberikan santunan kepada siswa-siswi miskin di Sidatapa dan Pedawa. Santunan itu hasil kerjasama dengan mitra kerja kita Bank BNI. Haraan kita dengan santunan itu mereka bisa terbantu untuk melanjutkan pendidikannya. Kasihan loh, mereka itu generasi penerus bangsa, jadi harus diberi perhatian khusus,” papar Bunda Tutik.

Pemberian santunan itu melalui pembagian buku tabungan BNI oleh Bunda Tutik disaksikan pimpinan Bank BNI Singataja yang turut hadir di kegiatan itu.

Para siswa penerima santunan bersama keluarga dan masyarakat setempat begitu sumbringah dan bahagia serta terharu dengan kegiatan sosial-kemanusiaan yang dilakukan Bunda Tutik ini. “Kami senang dan bangga dengan Ibu DPR ini. Ternyata Ibu DPR ini sangat baik dan perhatian dengan kami warga miskin di desa,” ujar Bu Komang, orangtua satu siswa yang menerima santunan itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *