DPR RI: Bunda Tutik Gandeng OJK Gelar Seminar di Banjar Tegeha

Foto-Foto Balieditor.com-frs: Bunda Tutik membuka seminar. Foto bawah Hermanto sedang menyampaikan mater seminari

BALIEDITOR.COM – Anggota Komisi XI DPR RI Tutik Kusuma Wardhani ternyata sangat segit. Srikandi Demokrat ini tidak pernah bosan dan capai mensosialisasikan lembaga keuangan yang menjadi mitra kerja Komisi XI DPR RI.

Rabu (27/3/2019) politisi Demokrat asal Buleleng, Bali, yang akrab disapa Bunda Tutik itu kembali mengajak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bali-Nusra menggelar seminar nasional di Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Seminar nasional bertajuk “Peluang dan Tantangan Industri Jasa Keuangan Non-Bank” itu, menampilkan I Nyoman Hermanto Darmawan, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen merangkap Kepala Bagian Pengawasan Bank OJK Regional VIII Bali-Nursa, sebagai narasumber.

Bunda Tutik menyatakan bahwa ia mengajak OJK untuk secara terus menerus melakukan sosialisasi ke desa-desa di seantero Pulau Dewata karena banyak kasus penipuan investasi alias investasi bodong yang menjadi korban adalah masyarakat kecil di desa-desa.

“Karena masalah-masalah penipuan berkedok investasi itu sering menyasar masyarakat di desa-desa, makanya saya ajak OJK melakukan sosialisasi biar masyarakat mengerti,” papar Bunda Tutik.

Menurut pandangan Bunda Tutik banyak masyarakat yang belum tahu OJK itu sendiri beserta tugas dan kewenangannya. “Makanya kita sosialisasi tugas dan tanggung jawab OJK dalam melindungi masyarakat yang ada hubungan dengan industry keuangan,” urainya.

Sosialisasi ini penting karena fakta di lapangan terjadi banyak kasus yang sangat merugikan masyarakat. Ia memberi contoh investasi bodong yang menanwarkan bunga tinggi kepada masyarakat. Juga fincance yang melakukan tindakan premanisme terhadap masyarakat seperti menyita kendaraan baik mobil maupun motor di tengah jalan kala masyarakat terlambar membayar cicilan sebulan.

Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut. Kata dia, ini memang sudah menjadi tugas seorang anggota DPR RI untuk membantu pemerintah mensosialisasikan program-program pemerintah. “Sehingga masyarakat diedukasi industry keuangan dan literasi keuangan,” ungkap Bunda Tutik lagi.

Sementara narasumber OJK, I Nyoman Hermanto Darmawan menjelaskan bahwa sebagai lembaga independen yang bebas dari campur tangan pihak lain, OJK memiliki fungsi, tugas dan wewenang dalam menyelenggarakan sistem pengaturan dan juga pengawasansecara terintegrasi terhadap segala kegiatan yang ada dalam sektor jasa keuangan.

Kata dia, fungsi tersebut mulai dari pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan juga penyidikan. Lembaga ini diharapkan dapat mengatur dan mengawasi pasar modal, lembaga keuangan dan juga bank. Selain itu dalam segi perlingungan konsumen OJK memiliki program khusus untuk para konsumen industri jasa keuangan.

“Fungsi OJK ada tiga yaitu pengawasan, pengaturan dan perlindungan konsumen. Selain perbankan, pasar modal dan industry keuangan non-bank ada juga BPJS juga di bawah pengawasan OJK. Bukan saja pengawasan terhadap industry keuangan tetapi juga terhadao nasabah dari industry keuangan tersebut,” papar Hermanto.

Bagaimana membedakan investasi legal dan illegal? Ada dua hal sebagai indicator investasi itu legal atau illegal alias bodong, Yakni aspek legalitas investasi itu serta aspek logisnya. “Aspek logisnya itu apakah bunga yang ditawarkan itu masuk akal apa nggak. Untuk mengetahui logis atau ngga tinggal bapak-ibu banding dengan bunga resmi dari bank. Kala bunga yang ditawarkan lebih tinggi dari bank maka itu investasi bodong,” ujar Hermanto memberikan tips.

Menjawab pertanyaan dari masyarakat, Hermanto menjelaskan bahwa LPD dan Koperasi bukan di bawah pengawasan OJK. “LPD di bawah pengawasan Bank BPD sedangkan Koperasi di bawah Kementerian Koperasi dan UMKM,” tutup Hermanto. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *