DPR RI: Bunda Tutik Kunjungi Kaum Disabilitas di Ubud

Foto Istimewa: Bunda Tutik (duduk kanan pakaian putih-putih) bercengkraman dengan kaum disabilitas di Ubud

BALIEDITOR.COM – Selama berada di Bali, anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Tutik Kusuma Wardhani yang akrab disapa Bunda Tutik melakukan banyak kegiatan. Hampir tiap hari srikandi Komisi XI DPR RI itu terlibat dalam berbagai kegiatan di Pulau Dewata dalam melaksanakan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Minggu (13/5/2018), Bunda Tutik berkunjung ke Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Kabupaten Gianyar. Yayasan Cahaya Mutiara Ubud merupakan rumah penampungan kaum disabilitas di Bumi Seni itu.

Menariknya, dalam kesempatan itu Bunda Tutik yang mantan ketua komisi II DPRD Bali periode 2009-2014 itu mengandeng Bunda Arsaningsih dari Yayasan Cahaya Cinta Kasih.

Dua tokoh wanita Bali dan nasional ini saat bertemu dengan 15 kaum disabilitas atau berkebutuhan khusus itu sangat tampak jiwa keibuannya. Kedua tokoh wanita ini berbagi kasih dengan 15 kaum disabilitas itu.

Sangat terlihat dengan jelas, tidak ada sekat antara Bunda Tutik dan Bunda Arsaningsih dengan kaum disabilitas itu. Suasana kekeluargaan yang dibangun kedua tokoh wanita ini membuat para kaum disabilitas tidak segan dan tak sungkam untuk berbagi cerita dengan kedua tamu tersebut.

Dalam arahannya kepada kaum disabilitas itu, Bunda Tutik yang duduk di Komisi XI DPR RI itu memberikan semangat juang, motivasi, dan semangat hidup kepada kaum disabilitas itu.

“Hidup adalah perjuangan, kalian belajarlah untuk mencintai agar menempuh kehidupan ini bertambah semangat dan muncul daya juang tinggi untuk kebahagiaan kelak,” tandas Bunda Tutik memberikan motivasi kepada kaum diasabilitas.

Bunda Tutik merasa bangga atas perjuangan dan ketulusan kaum disabilitas dalam menjalani kehidupannya sehari-hari. “Saya merasa salut dengan ketulusan kalian berjuang tanpa pernah putus asa. Dan kalian sudah buktikan bahwa kalian bisa mandiri dan mampu tegar. Jangan dilihat oleh-oleh yang Bunda Tutik bawakan ya, tapi niat tulus Bunda untuk bisa hadir di tengah kalian,” paparnya.

Ia menyatakan, “Fisik boleh bermasalah namun semangat kalian yang harus Bunda acungi jempol dan patut diteladani oleh saudara kita lainnya.”

Pada kesempatan itu Bunda Arsaningih juga memberikan semangat dan motivasi kepada kaum disabilitas. Bunda Arsaningsih lebih fokus pada pencerahan rohani sebagai upaya menguatkan iman kaum disabilitas.

Pertemuan itu ditutup dengan memberikan bingkisan dan makan bersama. Di akhir kata Bunda Tutik sebelum pamitan, berkata, “Indahnya kebersamaan dan kita atur waktu untuk bertemu kembali.” (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *