DPR RI: Gandeng OJK, Bunda Tutik Gelar Seminar di Universitas Mahasaraswati

Foto Istimewa: Bunda Tutik gelar seminar di Universitas Mahasaraswati Denpasar

BALIEDITOR.COM – Anggota Komisi XI DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, terus gencar turun ke masyarakat kampus melakukan sosialisasi sejumlah program pemerintah.

Seperti yang dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali. Srikandi Demokrat yang akrab disapa Bunda Tutik menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar seminar nasional.

Seminar tersebut bertajuk “Peranan OJK Dalam Mengawasi Prakte0k Kecurangan Dalam Pasar Modal”.

Bunda Tutik pada kesempatan itu mengapresiasi seminar nasional tersebut karena mendapat tanggapan sangat positif dari civitas akademik Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Sebagai anggota DPR RI, jelas Bunda Tutik, dia mempunyai kewajiban untuk turut mensosialisasikan segala program pemerintah terutama mitra kerja Komisi XI.

Kenapa kalangan kampus yang disasar? Politisi asal Buleleng, Bali, itu menyatakan bahwa kalangan akademisi seperti mahasiswa jauh lebih efektif dalam melanjutkan program pemerintah kepada masyarakat.

Ia berharap setelah seminar tersebut dan setelah mahasiswa memiliki pengetahuan tentang peran OJK, para mahasiswa menjadi agent of information atau agen informasi yang cerdas bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi seminar inu dan saya berharap mahasiswa menjadi agen informasi yang cerdas sehingga turut mensosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat,” jelas Bunda Tutik.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FE Universitas Mahasaraswati Denpasar, DR Putu Kepra Mareni, SE, MM, menyatakan bahwa seminar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa FE Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Kata dia, mahasiswa harus mulai berpikir ke depan untuk memulai investasi. Selama ini, kata Materi, para mahasiswa dinilai masih ragu untuk melakukan investasi.

Ini diakibatkan karena para mahasiswa belum mengetahui resiko yang dihadapinya. Maka Itu, ucap dia, kehadiran OJK bisa memberikan pengetahuan dan pemahaman lebih kepada mahasiswa.

“Kita berharap mahasiswa saat ini sudah harus memikirkan masa depan, salah satunya adalah melakukan investasi,” ujar Mareni.

Ia menyebutkan bahwa pasar modal sudah masuk dalam kurikulum FE Universitas Mahasaraswati Denpasar. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *