DPR RI: Gandeng OJK, Bunda Tutik Gelar Seminar Nasional

Foto Istimewa: Seminar nansional tentang peranan OJK di Gedung IMACO Singaraja

BALIEDITOR.COM – Anggota Komisi XI DPR RI, Tutik Kusuma Wardhani, terus berupaya memperkenalkan lembaga-lembaga keuangan kepada masyarakat.

Berbagai upaya dan usaha dilakukan srikandi Demokrat itu untuk membuka wawasan dan pemahaman masyarakat tentang fungsi dan peranan lembaga keuangan di negeri ini.

Seperti Rabu (20/3/2019) siang, politisi yang akrab disapa Bunda Tutik itu pulang kampung ke Singaraja, Bali, menggelar seminar nasional.

Seminar nasional yang digelar di Gedung IMACO di kawasan wisata eks Pelabuhan Buleleng itu Bunda Tutik menggandeng mitra kerjanya di Komisi XI yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tema seminar nasional itu berbunyi “PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) DALAM MENGAWASI INVESTASI UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN DESA WISATA”.

I Gusti Bagus Adi Wijaya, yang sehari-hari menjabat Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Bali dan Nusa Tenggara, dihadirkan sebagai narasumber. Adi Wijaya lebih banyak memaparkan tentang bagaimana peranan OJK dalam mngawasi investasi.

Sementara Bunda Tutik yang membuka seminar menyatakan seminar nasional yang digagasnya itu bertujuan untuk memperkenalkan peranan OJK kepada masyarakat sehingga tidak ada salah pemahaman terhadap keberadaan OJK itu sendiri. “Dan para mahasiswa menjadi agent of information yang tepat untuk menyebarkan informasi tentang peranan OJK kepada masyarakat. Sebagai kaum intelektual mahasiswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan secara detail kepada masyarakat,” ujar Bunda Tutik di hadapan para peserta seminar yang terdiri dari mahasiswa Undiksha, Universita Panji Sakti dan masyarakat di Kecamatan Buelelng itu.

Pada kesempatan itu, Bunda Tutik juga mengingatkan kembalis semua pihak terutama para pemangku kebijakan di desa untuk memanfaatkan dana dessa dari APBN itu sesuai kebutuhan di desa itu. “Mari kita bersama-sama mengawasi dan mengawal dana desa itu. Saya akan terus mengawal dana desa itu agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa,” tandasnya.

Menariknya pada sesi tanya jawab, diisi dengan penyerahan kenang-kenangan atau hadiah kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dari narasumber.Terdapat 15 hadiah diserahkan oleh Bunda Tutik. Total peserta sebanyak 200 orang, diakhiri dengan sesi foto bersama. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *