Dugaan Malpraktek: Lucu, Petugas Medis Tak Bisa Baca Resep Dokter

Foto Balieditor.com-frs: Ketua Komisi IV, Gede Wisnaya Wisna

Foto Balieditor.com-frs: Ketua Komisi IV, Gede Wisnaya Wisna

BALIEDITOR.COM – Komisi IV DPRD Buleleng, Bali, memenuhi janjinya melakukan sidak ke Puskesmas Buleleng III yang berlokasi di Lingkungan Penarungan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng.

Ini menyusul ulah dokter dan petugas medis di Puskesmas Buleleng III yang tidak professional dan menjurus pada dugaan malprakter terhadap pasien sakit mata Drs Keut Yasa, 58.

Apa hasil temuan Komisi IV? Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Gede Wisnaya Wisna mengemukakan bahwa ada sejumlah kejangalan ditemukan dewan saat melakukan pertemuan dengan dengan para dokter dan petugas medis di Puskesmas Buleleng III terkait dugaan malpraktek yang menimpa pentolan LSM Gemas Nusantara (GENUS) tersebut.

Baca Juga:  Pembangunan RS Pratama Giri Emas Molor, Pimpinan Dewan "Tegur" Pimpro

Salah satunya, sebut Wisnaya Wisna bahwa petugas yang memberikan obat kepada korban ternyata seorang apoteker atau minimal asisten apoteker melainkan Cuma bidan desa yang ditarik bekerja di Puskesmas tersebut.

Lebih parahnya lagi, urai politisi Hanura itu bahwa sang bidan desa itu ternyata tidak bisa membaca tulisan dokter di resep tersebut. “Kita cek resep yang diberikan dokter. Dan tertulis sakit mata, hanya saja tulis dokter kan ya maklum seperti itu. Mata ditulis mta… tapi petugas ini tidak mengerti,” ungkapnyya.

Baca Juga:  Parlementaria: Wabup Sutjidra Menjawab Fraksi-Fraksi DPRD Buleleng

Kata dia Wisnaya Wisna, kesalahan fatal yang dilakukan petugas itu adalah ketika dia tidak mengerti tulisan dokter di resep itu bukannya bertanya kepada dokter yang bersangkutan malah bertanya kepada pasien. “Saat petugas tanya Pak Yasa, ternyata Pak Yasa tidak jelas mendengarnya, sehingga yang menunjuk telinga sebagai tanda tidak dengar. Namun petugas itu salah interprestasi dikira sakit telingga maka dikasihlah obat sakit telinga,” pungkas Wisnaya Wisna. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *