Ekonomi: DED Revitalisasi Pasar Banyuasri, Berbentuk Pasar Semi Modern Tiga Lantai

Maket Revitalisasi Pasar Banyuasri

BALIEDITOR.COM – Detail Engineering Design (DED) revitalisasi telah selesai dibuat. Dalam DED ini, Pasar Banyuasri, Singaraja, Buleleng, Bali, akan berbentuk pasar semi modern yang terdiri dari tiga lantai untuk menampung para pedagang dan juga revitalisasi ini sebagai bentuk upaya mempercantik wajah kota.

Hal tersebut terungkap dalam presentasi yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Buleleng bersama konsultan di hadapan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST beserta SKPD terkait di Ruang Rapat Lobi Kantor Bupati Buleleng di Jalan Pahlawan No 1Singaraja, Senin (16/7/2018).

Ditemui usai mendengarkan dan memberikan masukan terhadap DED tersebut, Bupati Agus menjelaskan DED ini secara menyeluruh sudah mewakili mulai dari pengelompokan, jumlah pedagang, parkir dan juga sirkulasi. DED ini telah memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai rencana revitalisasi Pasar Banyuasri. Saat ini, dirinya meminta kepada konsultan untuk lebih detail lagi dalam pengembangan DED ini.

“Kita minta untuk lebih mendetailkan apa yang menjadi masukan oleh saya. Setelah itu, baru kita adakan sosialisasi kepada masyarakat dan juga pedagang di sana,” jelasnya.

Rencananya, revitalisasi ini akan mengubah wajah Pasar Banyuasri menjadi tiga lantai. Anggaran yang dibutuhkan untuk keseluruhan pembangunan mencapai Rp 180 milyar. Jika tidak ada penurunan besaran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat, pembangunan akan dimulai tahun depan dengan memulai dari membangun struktur dengan perkiraan biaya mencapai Rp 50 Milyar.

“Mudah-mudahan tidak ada penurunan besaran DAU. Tahun depan kita akan mulai dari pembangunan struktur bangunan terlebih dahulu,” ujar Agus.

Agus mengakui masih memikirkan kemana pedagang akan dibawa selama proses pembangunan berlangsung. Apakah memanfaatkan parkir sebelah terminal atau mengoptimalkan jalan-jalan. Hal ini belum disosialisasikan mengingat masih menunggu gambar atau DED yang sedang dibuat. Baru setelah itu dilakukan sosialisasi.

“Setelah ada gambar baru bisa sosialisasi. Yang jelas tidak ada hak-hak pedagang yang dikurangi atau dipotong. Bahkan Pasar Banyuasri nantinya bisa menampung pedagang sebanyak 1.700,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Drs Ketut Suparto, MMA kembali menegaskan bahwa dengan revitalisasi ini, PAsar Banyuasri akan menampung lebih banyak pedagang. Jumlah yang bisa ditampung sebanyak 1.772 pedagang. Semua pedagang yang ada bisa tertampung nantinya. “Tidak ada yang dirugikan. Semua bangunan ruko bertingkat. JUstru akan diperbaiki dan ditata lebih bagus lagi,” katanya.

Dia menambahkan, pasar ini berbentuk pasar semi modern dengan tiga lantai. Untuk lantai satu diperuntukan sebagai tempat pedagang basah. Lantai dua untuk pedagang kering seperti kain-kain ataupun palen-palen. Sedangkan lantai tiga ada pedagang-pedagang kuliner sekaligus dijadikan parkir kendaraan. “Dengan begitu para pembeli yang memarkirkan kendaraannya akan disuguhi kuliner dulu. Makan dengan view pantai dari lantai tiga,” pungkas Suparto. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *