Ekonomi: Pertama di Buleleng, Bupati PAS Resmikan BUMDESMA Kubutambahan

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor,com: Bupati Agus memotong pita tanda peresemian kantor BUMBESMA

BALIEDITOR.COM – Setelah lama dirancang, akhirnya keinginan para Perbekel di wilayah Kecamatan Kubutambahan untuk memiliki Bumdes Bersama (Bumdesma) dapat terwujud.

Humas Pemkab Buleleng melansir bahwa Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana yang langsung meresmikan operasional Bumdesma Kecamatan Kubutambahan tersebut, Sabtu (6/10/2018), yang ditandai dengan pemotongan pita pada Kantor Bumdesma Kecamatan Kubutambahan, yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Camat Kubutambahan.

Bupati Agus yang ditemui usai peresmian Bumdesma Kubutambahan mengungkapkan rasa bangganya, karena didasari dengan semangat kebersamaan akhirnya berhasil diwujudkan Bumdesma pertama di Buleleng. “Ini merupakan hal yang luar biasa, pertama kali di Buleleng. Dengan alasan rasa kebersamaan seluruh desa di Kecamatan Kubutambahan sepakat membentuk Bumdesma,” ungkapnya bangga.

Bupati yang juga arsitek ini menjelaskan pula nantinya Bumdesma ini akan menjadi cikal bakal lembaga keuangan mikro di kecamatan. Sehingga dengan demikian besar harapan bahwa percepatan kreatifitas ekonomi yang dibangun di masing-masing desa akan dapat tercapai.

Dengan dibentuknya Bumdesma ini, Bupati Agus berharap agar ada profesionalisme dalam pengelolaannya sehingga dapat memberikan manfaat bagi desa. “Harapannya yang pertama tentu profesionalisme dalam pengelolaannya. Kedua, masyarakat agar menyadari bahwa lembaga keuangan mikro yang ada di desa dan kecamatan harus dijaga dengan baik untuk kepentingan bersama. Jangan justru merusak lembaga keungan yang sudah ada,” harapnya.

Bumdesma Kecamatan Kubutambahan merupakan yang pertama dibentuk di Buleleng dengan modal awal yang berasal dari dana eks PNPM. Pada sejumlah kecamatan yang lain, pengelolaan dana eks PNPM diwadahi dalam suatu Perkumpulan Berbadan Hukum (PBH). Jadi hanya desa-desa di Kec.Kubutambahan saja yang sepakat membantuk lembaga Bumdes Bersama untuk mengelola dana eks PNPM.

Sementara itu Ketua Bumdesma Kubutambahan Ketut Parca menuturkan, dana awal dari Bumdesma Kubutambahan bersumber dari hari hasil pengelolaan dana PNPM sebelumnya. Setelah PNPM selesai diberlakukan pada tahun 2014, maka seluruh pengolaan keuangannya harus memiliki legalitas.

Hasil pengelolaan keuangan eks PNPM itulah yang dijadikan modal awal pembentukan Bumdesma. “Modal awal eks PNPM itu kurang lebih 2 milyar, terus pada saat ditetapkan Bumdesma ini menjadi 5,9 miliyar,” terang Ketut Parca.

Masih ungkap Parca, bahwa dana eks PNPM sebesar 2 milyar tersebut terjadi peningkatan secara bertahap sehingga pada tahun 2018 mencapai 5,9 Miliyar, dan dana inilah yang menjadi modal awal sejak penetapan Bumdesma ini pada tanggal 3 Mei 2018.

Dalam pengelolaan Bumdesma Kubutambahan, telah dibentuk pengurus yang beranggotakan 5 orang. Selain itu, karena Bumdesma ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antar desa, maka dibentuk pula Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) yang mempunyai fungsi merumuskan kebijakan-kebijakan terkait pengelolaan Bumdesma. Dan untuk mengawasi kinerja Bumdesma ini, ditetapkan pula Badan Pengawas. “Jumlah pengelolanya ada 5 (orang), terus BKAD ada 3 (orang), dan Badan Pengawas ada 2 (orang),” tambah Parca.

Unit usaha yang baru dijalankan saat ini yaitu simpan pinjam. Parca juga berharap nantinya akan dapat dikembangkan unit usaha yang lain. “Saat ini baru satu unit (usaha), baru simpan pinjam. Mudah-mudahan di tahun depan kami bisa kembangkan unit yang baru lagi,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *