Even Budaya Sebagai Pembentukan Karakter Masyarakat

Foto Balieditor.com-frs: Bupati Agus terima Disbud di rumah Jabatan Bupati

BALIEDITOR.COM – Pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari pembangunan fisik semata seperti seberapa banyak gedung dan jalan dibangun. Namun, pembangunan non fisik seperti pembentukan karakter masyarakat juga sangat penting. Salah satunya melalui even-even budaya.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST saat ditemui usai menerima audiensi Dinas Kebudayaan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa (21/1/2020).

Bupati Agus menjelaskan, membangun karakter masyarakat yang berbasis budaya itu sangat susah. Budaya itu bisa membentuk orang untuk lebih cinta dan lebih santun. Membangun mental dan karakter tidak bisa diukur dengan ukuran pasti. Namun, dengan karakter yang berbasis budaya, masyarakat luar bisa merasakan Buleleng lebih aman dan orang-orangnya lebih toleran.

“Ini mahal. Kita harus bisa membangun karakter ini yang berbasis budaya secara tepat dan benar,” jelasnya.

Baca Juga:  Silaturahmi, Sama-Sama Pelihara dan Lestarikan Budaya Bali

Even-even budaya yang akan digelar pada tahun 2020 juga diharapkan membentuk karakter masyarakat. Ini menjadi terkait dan otomatis terjadi. Seperti situasi Buleleng saat ini. Buleleng sudah lebih nyaman dan banyak masyarakat mulai berkesenian. Di samping itu, pengembangan pariwisata juga tidak akan berarti tanpa adanya atraksi kebudayaan.

“Atraksi kebudayaan yang ada sangat mendukung perkembangan dan keberlanjutan pariwisata,” ujar Agus.

Agus pun mengajak masyarakat untuk memahami secara lebih mendalam tentang adanya even-even budaya seperti festival yang sudah berjalan selama ini. Pola pikir masyarakat harus terintegrasi. Tidak lagi berpikir secara parsial. Semuanya harus terintegrasi. “Ini komunitas. Pembentukan karakter bisa dijalankan di komunitas-komunitas seperti komunitas seni dan budaya,” ajaknya.

Mengenai persiapan awal even-even budaya tahun 2020, mantan anggota DPRD Provinsi Bali meminta kepada Dinas Kebudayaan untuk ada inovasi-inovasi baru. Ada hal-hal yang bisa dielaborasi dan diangkat termasuk mana yang belum pernah ditampilkan. Sehingga, sifatnya lebih pemberdayaan dan lebih melestarikan budaya-budaya yang ada. “Ini penting. Sekali lagi untuk pembentukan karakter masyarakat Buleleng,” ungkap Agus.

Baca Juga:  PKB ke-41: Buleleng Suguhkan Tari Merdana Menari

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Drs. I Made Sudiarba menyebutkan ada konsep-konsep tambahan acara pada even budaya tahun ini. Pada pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten akan ada pagelaran dari tiga negara perwakilan anggota UNESCO. Selama satu minggu, para penari dari tiga negara ini memiliki kegiatan sosial dan juga kebersihan lingkungan. “Mereka akan membawa tarian masyarakat atau folk dance,” sebutnya.

Dirinya menambahkan, pada intinya, semua masih pada kajian dan pengambilan keputusan. Salah satu yang sudah disetujui oleh pimpinan adalah dari California, Amerika Serikat yaitu tarian dan musik kolaborasi dengan kebudayaan Bali. Nanti, akan ada anak-anak dan juga mahasiswa dari California. “Mereka akan berkolaborasi pada seni musik dan tarian,” pungkas Sudiarba. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *