Fenomena Alam: Di Kayuputih, Jamur Keluar Asap

Foto-Foto Balieditor.com-ggh: Nyoman Sukanada menunjukkan jamur asap yang tumbuh di dahan pohon mangga depan rumahnya di di Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih, Buleleng, Rabu (2/11/2016).

Foto-Foto Balieditor.com-ggh: Nyoman Sukanada menunjukkan jamur asap yang tumbuh di dahan pohon mangga depan rumahnya di di Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih, Buleleng, Rabu (2/11/2016).

BALIRDITOR.COM – Alam kembali memperlihatkan keanehannya kepada dunia. Kali ini sebuah jamur tumbuh di dahan pohon mangga yang berada di halaman depan rumah pasangan suami istri, Nyoman Sukanada, 65, dan Made Kendri, 60.
Pasangan pekak-dadong (kakek-nenek) ini adalah warga Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali.

Benarkah? Hasil observasi Balieditor.com menyebutkan bahwa sekilas jamur itu seperti jamur pada umumnya, tetapi jika dicermati, jamur itu dapat mengeluarkan kepulan asap.

Bagaimana kisahnya? Sukanada mengisahkan bahwa jamur itu sudah tumbuh di dahan pohon mangga milikinya lebih dari sebulan lalu. Awalnya jamur itu tumbuh kecil dengan warna keputih-putihan, ia pun menganggap biasa keberadaan jamur itu. Jamur itu terus tumbuh menjadi lebih besar dari hari ke hari dan warnanya berubah menjadi kecoklat-coklatan.
Ia begitu terkejut ketika melihat jamur itu mengeluarkan kepulan asap putih sejak 26 hari lalu. Merasa penasaran, ia pun memperhatikannya dan asap terus saja keluar dari jamur itu,

“Setelah berubah warna dari putih ke coklat itu mulai keluar asap putih terus-menerus seperti merokok, asapnya gak pernah berhenti, kadang kerasa kadang cuma keluar sedikit, sampai sekarang masih keluar,” ujarnya, Rabu (2/11/2016).
Pria yang kesehariannya beternak sapi dan babi ini tidak mendapat firasat apa-apa sesaat sebelum jamur itu mengeluarkan asap. Namun ketika pertama kali melihat jamur itu mengeluarkan asap, petang harinya ia bersama istrinya yang duduk di teras rumah tiba-tiba melihat sinar cahaya di pekarang rumahnya.

“Tiba-tiba ada sinar muncul di pekarangan malam itu, seperti lampu senter terang putih, saya lihat gak ada orang, setelah itu sinarnya hilang,” katanya.

Kendri menambahkan, kemunculan jamur berasap di pohon manggan miliknya membuat heboh warga sekitar. Banyak warga yang berduyun-duyun datang hanya sekadar untuk menyaksikannya karena merasa penasaran. Sebagian di antaranya mempercayai jika jamur itu dapat membawa keberuntungan. Mereka berdoa di bawah jamur itu sembari menghaturkan sesari.
Di pohon itu kini juga sudah diberi pengayatan sebagai tempat berdoa. “Ada yang datang kesini maturan (sembahyang), mereka bawa uang ada Rp 5.000 sampai Rp 20 ribu, ada saja yang datang,” tambah Kendri.

Menurut dia, asap akan keluar dengan tebal ketika usai turun hujan. “Kalau lagi hujan masih saja keluar asapnya gak mati, setelah hujan baru tambah keras asapnya keluar,” ucapnya. (ggh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *