Festival Budaya Seririt: Rebutan Lapak, Gelis Dibacok Rakit

Foto Balieditor.com-cha: Korban Gelis

BALIEDITOR.COM – Festival Budaya Seririt tahun 2019 belum mulai namun sudah makan korban. Ya, gara-gara rebut lapak
julan di arena Festival Budaya Seririt, terjadi perang saudara, sesama warga Sulanyah.

Para aktor perang saudara Sulanyah, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, itu adalah Ketut Suarjana alias Gelis, 44, dan Ketut Rakita alias Rakit, 40. Gelis beralamat di Banjar Dinas Tegalsari, sedangkan Rakit bermukim di Banjar Dinas Tamansari, semuanya dari Desa Sulanyah.

Gelis dibacok sebanyak lima kali oleh Rakit namun hanya tiga bacokan yang mengenai sasaran tepatnya di lengan kiri Gelis. Gelis mengalami cukup parah. Akibatnya, Gelis dilarikan ke RS sedangkan Rakit ditangkap polisi dari Polsek Seririt.

Peristiwa nahas itu terjadi di depan Lapangan Umum Seririt, Senin (26/8/2019) sekitar pukul 08.30 wita.

Informasi yang dihimpun Balieditor.com menyebut, peristiwa itu bermula saat Gelis memeriksa lokasi untuk lapak tempat berjualan menjelang Kecamatan Seririt menggelar festival budaya.

Saat di TKP,korban menemukan istri pelaku sedang berjualan di tempat yang menjadi lokasi lapak yang disasar oleh korban Gelis. Korban Gelis pun menanyakan siapa yang memberikan izin sehingga istri pelaku menggunakana tempat tersebut untuk berjualan. Merasa terindimidasi, istri pelaku lantas pulang mengadu kepada suaminya,Rakit.

Akibat pengaduan istrinya, Rakit yang dikenal sebagai anggota salah satu ormas ternama di Bali itu tersulut emosinya dan langsung mendatangi korban sambil menghunus celurit. Sebelum membacok korban,pelaku Rakit sempat bertanya kepada korban siapa yang melarang berjualan istrinya. ”Siapa yang tidak memberikan istri saya jualan di tempat ini,” ujar pelaku.

Foto Balieditor.com-cha: Pelaku Rakit

Oleh korban dijawab, tidak ada melarang. Dengan refleks pelaku mengeluarkan celurit dan membacok korban sebanyak 5 kali ke arah lengan. Beruntung hanya 3 bacokan yang bersarang sedang dua bacokan lainnya berhasil ditepis korban. Akibat bacokan pelaku,korban mengalami luka yang cukup serius pada lengan kirinya.

“Terdapat tiga luka akibat bacokan pada lengan kiri korban dan sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit,”jelas Kaposek Seririt Kompol Made Uder seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, Senin (26/8/2019) saat dikonfirmasi atas peristiwa tersebut.

Menurut Uder, polisi sudah melakukan tindakan sesuai prosedur usai menerima laporan adanya kekerasan yang dilakukan oleh pelaku,Rakit. ”Kita langsung tangkap pelaku karena tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan siapa pun pelakunya,” tegas Uder.

Untuk mengusut kasus kekerasan itu, Uder mengaku sudah memeriksa dua orang saksi yang dianggap mengetahui kejadian itu. ”Untuk melakukan pengusutan lebih lanjut, dua orang saksi sudah kita periksa dan pelaku sendiri sudah dijebloskan di sel tahanan,” ungkap Uber.

Terkait peristiwa itu menjelang pelaksanaan festival budaya di Seririt, Kompol Uder, menjamin acara tersebut tidak akan terganggu dengan kasus tersebut. ”Tidak ada hubungan dengan acara festival budaya.Kami lakukan back up penuh dan menjamin acara tersebut terselenggara dengan aman,”tandasnya. (cha/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *