Gaji Pegawai Kontrak Rendah, Tirtawan Pertanyakan Integritas BPK

Foto Ist: Nyoman Tirtawan

BALIEDITOR.COM – Keseringan BPK memberikan penilaian WTP kepada Pemkab Buleleng, Bali, dipertanyakan publik.

Pertanyaan menohok datang dari Nyoman Tirtawan, mantan anggota DPRD Bali periode 2014-2019.

Politisi NasDem itu justru meragukan kinerja dan integritas BPK RI dalam mengobral WTP kepada sejumlah lembaga dan Pemkab serta Pemprov di negeri ini.

Ini lantaran gaji pegawai kontrak (PK) hampir di semua pemkab dan pemprov tidak sesuai UMK dan UMR namun BPK selalu menghadiahi penilaian WTP. Tirtawan memberi contoh Pemkab Buleleng, Bali.

“BPK pun bisa dipertanyakan kinerja dan integritasnya,” kritik Tirtawan melalui cuitan FBnya, Rabu (4/9/2019).

Tirtawan yang dikenal sebagai pahlawan penyelamatan uang rakyat Rp 98 miliar di pos KPU Bali saat Pilgub Bali 2018 lalu juga menohok lembaga penegak hukum lainnya seperti Ombusdman, Polri, Kejaksaan san Inspektorat Kabupaten Buleleng. “Ombusdman, Kepolisian & Kẹjaksaan serta Inspektorat bagaimana?” sodoknya.

Sebagai mantan anggota Banggar (Badan Anggaran) DPRD Bali, mantan vokalis Renon ini mempertanyakan cara penganggaran DPRD Buleleng dan Pemkab Buleleng dalam menyusun RAPBD jika gaji PK tidak sesuai UU Ketenakerjaan.

“Bagaimana cara DPRD atau Wakil Rakyat Buleleng dan Bupati menyusun RAPBD-APBD jika gaji Pegawai Kontrak melanggar UU Ketenagakerjaan. Sedangkan dalam pembuatan Perda wajib mentaati UU atau aturan yang lebih tinggi,” sindir Tirtawan dalam cuitan di FBnya.

“Contoh untuk pos pengeluaran tetap gaji pegawai harus mengikuti standar UMK, tapi kenyataan hampir semua gaji pegawai kontrak di bawah standar. Salam Konspirasi,” kritik Tirtawan lagi.

Kata Tirtawan, di satu sisi gaji PK tidak sesuai UU Ketenagakerjaan dengan berbagai dalil, namun di sisi lain Pemkab Buleleng menggelar festival dalam berbagai kemasan sehingga uang APBD Buleleng harus keluar.

“Layakkah Pemkab Buleleng berpesta saat tenaga kontrak atau pegawai kontrak digaji di bawah UMK?” ungkapan Tirtawan dalam cuitan FB terpisah. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *