GANASPATI: Tolak Radikalisme, NKRI Harga Mati

Foto Balieditor.com-frs:  jumpa pers Ganaspati Bali

Foto Balieditor.com-frs: jumpa pers Ganaspati Bali

BALIEDITOR.COM – Ketua DPW Garda Nasional Patriot Indonesia (Ganaspati) Bali Ketut Sumiata menegaskan siap menjaga NKRI dari paham atau ideologi radikal yang coba mengganti Pancasila sebagai idelogi negara.

Sumiata menegaskan, perkumpulan yang ia pimpin itu siap melakukan perlawanan terhadap kelompok pengusung ideologi radikal baik dari sisi ide maupun fisik jika diperlukan.

Didampingi Wakil Ketua Agus Yogi Yadnya menegaskan, Indonesia sebagai negara Pancasila tidak boleh diotak-atik oleh kelompok manapun. Baik itu dari eksterem kanan atau kiri.

“Misi Ganaspati yakni menjaga NKRI dari paham atau ideologi radikal. Baik ekstrem kanan atau kiri. Baik yang terang-terangan atau sembunyi-sembunyi,” tegas Sumiata kepada wartawan usai membuka Posko GANASPATI Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja, Sabtu (13/1/2018) siang.

Baca Juga:  Poster Bergambar Bung Karno Dibagikan ke Sekolah-Sekolah di Buleleng

Kata dia, Ormas yang didirilam oleh Ratya Mahardika Tata Kusuma dengan markas DPP di Semarang, Jawa Tengah itu, merasa gergetan kareana belakangan ini kondisi republik kurang menggembirakan seiring munculnya kelompok pembawa paham radikal. Baginya, itu tidak bisa didiamkan.

“Ganaspati lahir bagian dari respon keprihatinan kami terhadap kondisi negara. Dimana paham radikal merajalela merongrong kedaulatan negara,” tandasnya.

“Kami tolak radikalisme karena NKRI harga mati. Indonesia adalah kita, kita adalah Indonesia,” tandaa Sumiata.

Baca Juga:  Agum Gumelar: "Perlu Kaji Ulang Perubahan UUD 45"

Sumiata menjelaskan bahwa sesuai visi misinya maka dalam waktu dekat pihaknya menggelar berbagai kegiatan seperti sosialisasi NKRI ke berbagai kelompok masyarakat di Bali seperti anak sekolah.

Sekadar diketahui, GANASPATI erdiri pada tanggal 27 Januari 2017 dengan kantor pusat di Semarang, Jawa Tengah.

Saat ini GANASPATI sudah memiliki perwakilan di tingkat provinsi seperti di Jawa Tengah, Bali, Jakarta, Sumatra Utara, Papua dan Maluku.

Sementara di tinhkat kota dan kabupaten, Ormas ini sudaj memiliki perwakilan di Bekasi, Tangerang, Depok, Semarang dan sejumlah kota di Provinsi Bali. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *