Gandeng IOM, Dissos Verifikasi Jumlah dan Kebutuhan Sektoral Pengungsi

Foto Balieditor.com-ngr: Staf Dinas Sosial Buleleng mengikti pembekelan

Foto Balieditor.com-ngr: Staf Dinas Sosial Buleleng mengikti pembekelan

BALIEDITOR.COM – Persediaan stok logistic bagi pengungsi ancaman erupsi Gunung Agung di wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, masih menjadi persoalan serius.

Tidak validnya data jumlah pengungsi, membuat Dinas Sosial (Dissos) Buleleng pusing tujuh keliling mendistribusikan logistik kepada para pengungsi. Terlebih, stok logistik mulai menurun akibat mulai berkurangnya sumbangan donatur.

Menyikapi kondisi itu, Dinsos Buleleng mulai mengambil ancang-ancang untuk memvalidasikan data jumlah pengungsi yang ada. Untuk kegiatan ini Dissos Buleleng menggandeng tim International Organization for Migration/Pengungsi (IOM) yang selama ini menjadi mitra kerja Kemensos RI. IOM bertindak sebagai konsultan Dissos Buleleng dalam validasi data jumlah pengungsi termasuk kebutuhan para pengungsi.

Dengan metode atau aplikasi yang akan digunakan IOM itu, Dissos bakal memperoleh data pengungsi yang lebih valid. Sehingga mampu menyesuaikan stok logistik kebutuhan pengungsi dengan data jumlah pengungsi yang ada dan tersebar di Kabupaten Buleleng.

Untuk memantapkan itu, staf Dissos Buleleng menerima pembekalan dari tim IOM dengan materi melakukan pendataan jumlah dan kebutuhan pengungsi, yang berbasis IT menggunakan aplikasi khusus dari IOM.
Konsultan Dissos Buleleng, Lalu Hakim mengatakan, dalam aplikasi khusus IOM ini, akan menggunakan metode interview atau wawancara kepada beberapa para pengungsi, termasuk 1 orang yang mengetahui persis kondisi pengungsi di posko pengungsian.

“Tujuannya hanya untuk menangkap kebutuhan sektoral pengungsi. Disini, kami membantu Dinsos mengetahui kebutuhan pengungsi itu, sekaligus memverifikasi data pengungsi. Nanti, saat wawancara akan ada observasi dengan berjalan mengelilingi lokasi pengungsian, untuk melihat secara riil kondisi mereka di pengungsian,” kata Lalu Hakim, Kamis (19/10/2017) di Dissos Buleleng.

Sementara Kepala Dissos Buleleng, Gede Komang mengaku, saat ini jumlah pengungsi di Kabupaten Buleleng berkisar 21 ribu jiwa lebih yang tersebar di 9 Kecamatan yang ada. “Dengan bantuan IOM ini, kami bisa melihat apa kebutuhan pengungsi. Nanti verifikasi, akan melibatkan PKH yang ada di 9 Kecamatan, karena mereka tidak sulit mendata pengungsi di wilayahnya dengan berbasis IT. Jadi, kami gampang melihat jumlah pengungsi,” jelas Gede Komang.

Dikatakannya, dengan sistem aplikasi dari IOM ini, secara otomatis akan mempermudah dalam hal penyediaan logistik kepada para pengungsi. Mengingat saat ini, stok logistik mulai menurun, terutama lauk pauk. Sedangkan, beras masih tetap stabil. Meskipun selama ini, untuk proses pendistribusian logistik kepada para pengungsi, harus melalui rekomendasi Perbekel Desa setempat.

“Untuk menyiapkan logistik, kami perlu data valid. Sekarang ada 21 ribu lebih pengungsi, itu perlu 8,8 ton beras per hari. Makanya, dengan kevalidan data ini, kami tahu kebutuhan pengungsi, sehingga kebutuhan stok yang ada habis sesuai data,” ujar Gede Komang. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *