Gema Toleransi KBS Menuju Gubernur Bali 2018

Foto Istimewa: Nyonya Suastini Koster didamping Anton pada acara membangun toleransi dari keluarga di kediaman keluarga Franciskus de Asisi Kiabeni d Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng 20 April 2017 lalu

Foto Istimewa: Nyonya Suastini Koster didamping Anton pada acara membangun toleransi dari keluarga di kediaman keluarga Franciskus de Asisi Kiabeni d Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng 20 April 2017 lalu

BALIEDITOR.COM – SEBUAH gerakan berlabel toleransi muncul di Bali Utara untuk Bali. Gerakan tersebut bernama “GEMA TOLERANSI KBS (KOSTER BALI SATU) MENUJU GUBERNUR BALI 2018”

Gerakan ini digagas berbagai komponen masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, agama, suku, ras, profesi, tingkat social, LSM, dan parpol, yang membangun toleransi demi meujudkan Bali yang shanti di bawah kepemimpinan DR Ir.Wayan Koster, MM, sebagai Gubernur Bali 2018-2023.

Kenapa Koster menjadi pilhan utama kaum penganut toleransi di Pulau Dewata? Jawabnya sederhana dan ringan. Karena Koster adalah tokoh Balimula yang terlahir di sebuah desa Baliaga di Buleleng Timur tepatnya Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, yang memiliki jiwa nasionalis tinggi yang dibutuhkan Bali saat Bangsa Indonesia dilanda krisis nasionalis karena kaum radikalisme sedang berupaya menggoyang NKRI.

“Karena Pak Koster itu orangnya sederhana, merakyat, jujur dan transparan. Jujur dan transparan adalah kata kunci keterbukaan seorang pemimpin,” tandas Linda, warga Kota Singaraja, yang mengaku sangat kagum dengan penampilan low profilenya Koster.

Kali ini LSM Gema Nusantara (Genus) yang bersuara tegas dan lantang tentang perlunya toleransi bagi pembangunan Bali di bawah kendali Gubernur 2018-2023 DR Ir.Wayan Koster, MM.

“Kita ingin Bapak Koster menjadi kado istimewa di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini bagi masyarakat Bali. Bahwa masyarakat Bali ingat dan catat bahwa figure yang cocok memimpin Bali adalah Koster, titik,” tandas Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara (Genus) Antonius Sanjaya Kiabeni yang akrab disapa Anton, Selasa (2/5/2017) pagi.

Anton menegaskan, “Kita gamblang saja-lah, dari hasil survey dan pengamatan kami dari LSM Genus bahwa figure yang tepat untuk memimpin Bali adalah Koster. Tidak lagi yang lain. Bagi kami Koster jadi Gubernur Bali 2018, sudah harga mati.”
Pun diakui bahwa pihaknya juga tidak mengabaikan figure lain dalam pesta demokrasi Pilgub Baili 2018, namun figure terbaik saat ini adalah Ketua DPD PDIP Bali yang juga dikenal orang dekat Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri tersebut.

“Kenapa kami bersikukuh dengan Pak Koster, karena beliau yang memiliki kemampuan intelektualitas untuk menjaga marwah budaya dan adat Bali serta marwah PDIP di Bali,” tandas Anton lagi.

Bukan hanya Koster yang berjiwa merakyat dan low profile, tetap istri tercintanya Ni Luh Putu Putri Suastini pun memiliki jiwa rendah hati dan merakyat seperti sang arjunanya. Ketika suaminya tidak hadir karena kesibukan maka Suastini yang juga memiliki suara merdu itu mewakili keluarga menghadiri acara kaum marjinal dimana pun. Seperti beberapa hari lalu di sebuah keluarga Katolik di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Buleleng, yakni keluarag Franciskus de Asisi Kiabeni. Acara yang dikemas membangun toleransi itu dihadiri Suastini.

“Ini membuktikan bahwa keluarga Pak Koster itu peduli terhadap toleransi. Karena toleransi adalah fondasi kokohnya kehidupan bermasyarakat di Bali. Toleransi harus dimulai dari keluarga, lingkungan dan masyarakat baru kita bias toleransi secara nasional. Dan keluarga Pak Koster merupakan potret dari toleransi itu,” puji Anton. (frs)

Keluarga :
Nama Istri : Ni Luh Putu Putri Suastini (Kelahiran Denpasar, 27 Januari 1966)
Nama Anak : 1. Ni Putu Dhita Pertiwi (Kelahiran Jakarta, 28 Oktober 2000)
2. Ni Made Wibhuti Bhawani (Kelahiran Jakarta, 29 Agustus 2002)

PENDIDIKAN
SD No.1 Desa Sembiran (1975)
SMP Bhaktiyasa (1978)
SMAN Singaraja Bali (1981)
ITB Bandung (1987)
STIE IGI Jakarta (1995)
UNJ Jakarta (1999)

KARIR
Peneliti pada Litbang Depdikbud (1988–1995)
Dosen UNTAR (1995–sekarang)
Staf Ahli POKSI II F PDIP (2003-2004)
Anggota Komisi X DPR RI

Jabatan Politik :
*Anggota DPR-RI, Komisi X, Fraksi PDI Perjuangan (Periode 2004-2009), Membidangi Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta Kebudayaaan dan Pariwisata.
*Anggota DPR RI, Komisi X, Fraksi PDI Perjuangan (Periode 2009-2014), Membidangi Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, serta Kebudayaaan dan Pariwisata.
*Anggota Badan Anggaran DPR RI, (Tahun 2006-2009, 2010–sampai sekarang)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *