Gubernur Bali Keluarkan SE Kurangi Penggunaan Mercon di Perayaan Tahun Baru

Foto Istimewa: Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM

BALIEDITOR.COM – Menjelang penutupan tahun 2018, Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, mengeluarkan surat edaran (SE).

SE bernomor: 331.1/5041/Bid.II/Satpol PP/2018 tertnaggal 28 Desember 2018 itu diterbitkan Gubernur asal Buleleng itu setelah menerima SE dari Mendagri RI Nomor 003.1/11331/SJ, tanggal 19 Desember 2018 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Keksiapsiagan Satpol PP, Satlinmas dan Pemadam Kebakaran pada Rangkaian Perayaan Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Dalam SE tersebut, Gubernur dari PDIP itu menekankan tiga poin. Poin pertama, Gubernur menekankan pada pengurangan penggunaan mercon pada saat perayaan malam pelepasan tahun 2018 dan menyambut tahun 2019.

“Mencermati dengan seksama situasi dan kondisi menjelang, pada saat dan pasca Tahun Baru 2019, yang memungkinkan timbulnya peningkatan potensi gangguan ketertiban umum dan ketentraman, untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar membatasi penggunaan mercon atau bahan peledak, bunga api dan bahan sejenisnya yang dapat menimbulkan suara keras atau ledakan yang membahayakan diri sendiri, orang lain dan lingkungan,” demikian bunyi poin pertama SE Gubernur Bali.

Poin kedua SE itu, Gubernur Koster meminta para bupati dan walikota se-Bali selalu melakukan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan meningkatkan sinergitas bersama TNI, POLRI dan unsur pengamanan lainnya.

Kata dia, koordinasi dengan TNI dan POLRI ini sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan mercon atau bahan peledak, bunga api dan sejenis. “Dalam rangka mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” tegas Gubernur Koster.

Pada poin ketiga, Gubernur Koster juga meminta peran aktif tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama agar mengoptimalkan peran masyarakat untuk mencegah dan menyelesaikan potensi-potensi gangguan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. “Melalui prinsip-prinsip kearifan lokal,” pungkas Gubernur berbada munggil itu. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *