Happy Ending, Pemkab dan Puri Gede Komit Bersama Bangun Buleleng

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Setelah terjadi kesepakatan, kubu Puri Gede bongkar spanduk yang dipakai memblokir jalan di kawasan Disbud Buleleng

BALIEDITOR.COM – Rapat musyawarah antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Bali, dengan Puri Gede akhirnya menemukan titik terang dan happy ending.

Dalam mediasi tersebut kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perselisihan dan bersama-sama menggunakan lahan tersebut guna kepentingan masyarakat Buleleng. Untuk ke depannya demi menghindari kesalahan yang sama kedua belah pihak akan membuat perjanjian tertulis terkait dengan penggunaan akses jalan menuju Puri Gede dan Parkiran Disbud Buleleng.

Humas Pemkab Buleleng melansir, mediasi dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, Putu Karuna di ruang kerjanya Jalan Pahlawan No 1 Singaraja, Jumat (13/9/2019).

Karuna mengatakan, antara Pemkab Buleleng dan Puri Gede sebenarnya tidak ada masalah hanya saja sedikit miskomunikasi semata. Pemkab Buleleng dan Puri Gede tidak boleh lepas, apabila lepas dikhawatirkan isu yang berkembang di luar akan sangat menggangu citra Buleleng utamanya Pemkab Buleleng dan Puri Gede. ”Makanya kita rangkul dan menciptakan kebersamaan antara Pemkab Buleleng dan Puri,” ujarnya.

Terkait dengan adanya dua sertifikat sah yang masing-masing dipegang oleh Pemkab Buleleng dan Puri, Karuna mengatakan akan dilakukan penyempurnaan, serta dilakukan kesepakatan dan perjanjian tertulis antara Puri Gede dan Pemkab Buleleng terkait penggunaan akses tersebut. Ini dimaksudkan agar generasi ke depannya tidak adalagi permasalahan seperti sekarang ini, melalui pertemuan sekarang ini, tegas Karuna, semua permasalahan benar-benar terselesaikan secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan antara Puri Gede dan Pemkab Buleleng kedepannya.

”Sekarang kan tergantung BPN, apakah bisa dijadikan satu (sertifikat) dengan ditengah ada jalan atau harus dibagi dua sertifikatnya” jelasnya.

Sementara itu, Pengelingsir Puri Gede, A.A Ngurah Parwata Panji mengatakan, permasalahan yang terjadi selama ini adalah miskomunikasi semata oleh karena itu pihak puri akan membuka spanduk dan portal penghalang tersebut saat ini juga, namun tambah Ngurah Parwata, harus ada perjanjian kesepakantan tertulis antara pemkab dan puri sehingga setiap pergantian pejabat permasalahan tidak terulang lagi, “Jadi poin-poin apa saja yang diinginkan pihak Puri dan apa saja yang diinginkan pihak Pemda” katanya.

Agung Parwata menambahkan, terkait dengan lahan milik Puri yang saat ini dimanfaatkan untuk taman oleh Disbud dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut, hanya saja dirinya meminta agar akses tersebut tidak dipergunakan untuk parkiran sehingga tidak mengganggu akses menuju puri, “ Silahkan parkir disisi timur “ pungkasnya (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *