Hari Kemerdekaan RI ke-73: Di Buleleng, 81 Narapidana Dapat Remisi, 2 Langsung Bebas

Foto Humas Pemkab Bulelneg for Balieditor.com: Bupati Agus serahkan SK remisi

BALIEDITOR.COM – Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73, 17 Agustus 2018 membawa berkah bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Singaraja.

Kali ini 81 warga binaan (WB) dari total 220 WB mendapat remisi dan 2 WB langsung bebas. “Dari total 220 WB yang ada di LP Kelas IIB singaraja, ada 81 WB yang mendapat remisi dan 2 WB dinyatakan langsung bebas,” diungkapkan Kepala LP Kelas IIB Singaraja Edi Cahyono, SH., MH, Jumat (17/8/2018).

Dijelaskan, Kepala Lapas Edi Cahyono bila mereka berhak mendapatkan remisi setelah dinilai memenuhi persyaratan. Itu sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. “Untuk lebih gampangnya, mereka berkelakuan baik. Itu selama menjalani masa hukuman minimal enam bulan secara berturut-turut,” jelas dia.

Lebih lanjut, Edi Cahyono mengatakan kapasitas Lapas Kelas IIB Singaraja hanya 87 Napi. Namun, realitanya saat ini dihuni 220 Napi. “Untuk saat ini, kapasitas WB sudah overload di Lapas Kelas IIB Singaraja,” katanya.

Sementara, Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana, saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan Ham RI Direktur Jenderal Pemasyarakatan Dra. Sri Puguh Budi Utami, M. Si, mengatakan remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif terutama yang berkelakuan baik dan aktif mengikuti pembinaan.

Pihaknya menyebutkan setiap tahunnya warga binaan tidak hanya mendapatkan satu remisi saja, namun bisa saja mendapatkan remisi khusus (RK) yakni remisi yang diberikan saat hari raya keagamaan, bahkan juga terdapat remisi khusus yang diberikan kepada anak, dan juga lansia. “Selain remisi umum kemerdekaan, juga terdapat remisi lainnya, seperti hari raya keagamaan, untuk anak-anak, dan juga untuk lansia, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Usai apel dan memberikan selamat kepada WB Kelas IIB Singaraja, Bupati PAS berharap WB yang telah dinyatakan bebas agar tidak kembali masuk ke lapas lagi. “Kalau sekarang sudah bebas jangan sampai ke tempat ini lagi,” pungkasnya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *