Hilang Dua Hari, Pekak Sumedra Ditemukan Sudah Membusuk

Foto Balieditor.com-.ngr:  Korban saat ditemukan sudah dalam kondisi sudah tak bernyawa dan membusuk.

Foto Balieditor.com-.ngr: Korban saat ditemukan sudah dalam kondisi sudah tak bernyawa dan membusuk.

BALIEDITOR.COM – Warga Dusun Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, Kamis (6/7/2017) siang pukul 14.00 wita dibuat heboh.

Ini lantaran warga menemukan sesosok pria tua dalam keadaan sudah meninggal dunia. Bahkan pria tua yang diketahui bernama Nengah Sumedra, 75, sudah membusuk.

Pekak (kakek, red) Sumedra yang warga Dusun Kanginan, Desa Penuktukan, membusuk di bawah pohon kelapa di ladang milik Cening Sulantri.

Dugaan sementara, korban tewas sudah berhari-hari lamanya, karena saat ditemukan wajah korban sudah dalam kondisi membengkak kehitaman karena membusuk dan mengeluarkan belatung. Bahkan, disamping jasad korban juga ditemukan 2 batang janur kuning dan sebuah sabit milik korban.

Orang pertama yang menemukan korban adalah menantu korban bernama Ketut Sugiartawa, 42, warga Dusun Kawanan, Desa Penuktukan. Ia mencari mertuanya karena mendapat informasi dari tetangga bahwa di kebun sejak sudah 2 hari lalu, korban sudag tidak kelihatan.

Akhirnya sekitar Plpukul 14.00 wita, Sugiartawa menemukan korban telungkup di bawah pohon kelapa memakai baju kaos warna putih dan celana pendek garis-garis warna hitam. Pokoknya knondisi korban sangat mengenaskan. Sugiartawan yang kaget langsung memanggil keluarganya dan warga sekitar.

“Mertua saya, selama ini memang tinggal sendirian di kebun, dan memang mengidap penyakit asma, jantung, stroke ringan dan darah tinggi,” ujar Sugiartawan dalam laporan polisi.

Anggota Polsek Tejakula yang menerima informasi, langsung mendatangi lokasi. Dari hasil pemeriksaan media petugas Puskesmas Tejakula I, ditemukan luka pada dahi korban akibat benturan. Pada tubuh korban pun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara, korban sudah meninggal lebih dari sehari, karena kondisi tubuh korban yang sudah mengalami pembusukan.

Kapolsek Tejakula, AKP. Wayan Sartika, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat ini kejadian tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Tejakula. “Dari pihak keluarga korban, sudah mengiklaskan kejadian ini dan tidak akan melanjutkan kejadian ini, serta juga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dengan sudah dibuatkan surat pernyataan,” ujar Kapolsek Sartika, Kamis (6/7/2017) sore. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *