HMI Buleleng Tolak Intoleransi dan Radikalisme

Foto Humas Polres Buleleng: Kapolres Suratno menerima HMI Cabang Singaraja

BALIEDITOR.COM – Gerakan intoleransi dan radikalisme kian dimusuhi dan dibenci oleh rakyat Indonesia. Rasa benci dan penolakan terhadap kehadiran kelompok radikalisme dan intoleransai itu secara kencang disuarakan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Singaraja, Bali.

Seperti dilansir Humas Polres Buleleng, HMI Cabang Singaraja yang diketuai oleh Ahmad Halim didampingi Kepala Bidang HAM dan Lingkungan Hidup Yunan Heri mendatangi Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K di ruang kerjanya, Kamis (1/11/2018).

Kedatangan Ketua HMI ke Polres Buleleng menyampaikan sikap tegas, tidak menyetujui adanya gerakan mahasiswa di daerah lain melakukan demonstrasi berkaitan dengan kejadian pembakaran bendera HTI di Garut Jawa Barat .

“Kami dari Himpunan Mahasiswa Islam cabang Singaraja dengan tegas menolak faham intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan antar Umat ber-agama dan juga persatuan ber-Bangsa dan ber-Negara,” tandas Ketua HMI Cabang Singaraja, Ahmad Halim.

“Kami juga menolak kegiatan demonstrasi yang berkaitan dengan pembakaran bendera HTI,” tegas Halim lagi.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno. SIK, sangat menerima baik kedatangan HMI yang menyampaikan sikap penolakan demontrasi dan penolakan faham intoleransi dan radikalisme.

Disampaikan kepada HMI Cabang Singaraja bahwa kegiatan demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa di daerah lain berkaitan dengan pembakaran bendera HTI, Kapolres Buleleng mengaku hanya monitor dari medsos.

Kapolres menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi gerakan radikalisme dan intoleransi itu, pihaknya sudah melakukan langkah kordinisai di semua lini baik melalui Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia), MMI (Mahasiswa Muhamadyah Buleleng), tokoh masyarakat, Pasikian Pacalang Buleleng, FKUB (Forum Kumunikasi Umar Beragama) Kabupaten Buleleng.

Hasil pertemuan dan koordinasi menyebutkan semuanya menolak prinsip faham intoleransi dan radikalisme. “Buleleng dalam keadaan kondusif dan aman serta tidak ada kegiatan Demonstrasi dan kegiatan lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Buleleng, sehingga kegiatan dapat menunjuang perekonomian masyarakat Buleleng,” tandas Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.K. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *