HMI Singaraja Dukung Pemerintah Bubarkan HTI dan Ormas Anti-Pancasila

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Foto Balieditor.com-ngr: PENGURUS HMI Cabang Singaraja bersama Himpunan Mahasiswa di Buleleng, menggelar pernyataan sikap yang menolak keberadaan Ormas HTI termasuk Ormas-ormas lainnya di Indonesia yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Foto-Foto Balieditor.com-ngr: Foto Balieditor.com-ngr: PENGURUS HMI Cabang Singaraja bersama Himpunan Mahasiswa di Buleleng, menggelar pernyataan sikap yang menolak keberadaan Ormas HTI termasuk Ormas-ormas lainnya di Indonesia yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

BALIEDITOR.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, Buleleng, Bali, menegaskan dukungan terhadap sikap tegas pemerintah yang akan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (THI) dan Ormas anti-Pancasila.

Ketua Umum HMI Cabang Singaraja, Harian Noris Saputra menegaskan, saat ini pluralisme yang dibangun dan dikonsep oleh pendiri bangsa telah ternodai oleh sikap-sikap ormas tertentu yang sudah mengarah ke aksi konflik horizontal.

Akan tetapi, kata dia, semua bersepakat bahwa Indonesia merupakan negara beragama yang berlandaskan nilai-nilai universal yaitu persatuan, toleransi, kebaikan, kebersamaan, dan nasionalisme.

“Ini berawal dari ketidaktegasan pemerintah secara hukum, sehingga ormas-ormas itu leluasa membawa paham yang bertentangan dengan Pancasila serta UUD 1945 yang mengancam keutuhan NKRI. Karena sejak awal, Indonesia bukan merupakan Negara agama atau negara yang hanya menganut suatu sistem agama tertentu,” tegas Noris, Minggu (14/5/2017).

Baca Juga:  Dari Diskusi KMI: "Papua Adalah Indonesia, Mari Kita Jaga Keutuhan NKRI"

Untuk itu, kata dia, demi menjaga keutuhan NKRI maka HMI Cabang Singaraja sepakat mendukung langkah tegas Pemerintah membubarkan HTI, serta juga menolak keras keberadaan ormas-omas di Indonesia yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, kata dia, ia mengajak seluruh kader HMI Cabang Singaraja serta masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Buleleng, untuk menjaga pluralisme, universal, dan NKRI.

“Kami melarang anggota HMI untuk mengikuti kegiatan HTI, baik secara organisasi maupun pribadi. Kalau sampai ada, anggota kami terindikasi teribat HTI, maka akan kami tindak tegas untuk keluar dari organisasi ini, demi menjaga dan merawat marwah HMI dan NKRI yang sudah kami buat melalui pernyataan sikap sebagai bentuk respon cepat HMI terhadap situasi bangsa saat ini,” tegas Noris.

Sementara beberapa waktu lalu, Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya menegaskan, keberadaan Ormas HTI di Kabupaten Buleleng, sudah sejak awal telah dilakukan pengawasan secara intensif. Namun diakuinya, belum ditemukan adanya kegiatan-kegiatan secara aktif. Bahkan, upaya koordinasi terus dilakukan secara intensif.

Baca Juga:  Tak Mau Tragedi Bom Bali Terulang, FBN Tolak Pemulangan Eks-ISIS

“Pemerintah resmi melarang organisasi HTI, sambil menunggu keputusan pengadilan. Kami juga deteksi simpul-simpulnya atau titik-titik mereka berada, kami juga sudah berkoordinasi, ya sejauh ini memang kegiatan HTl di Buleleng belum kamilihat secara aktif, tapi kami akan pantau terus karena ini sudah keputusan pemerintah untuk melarang organisasi HTI ini,” tegas Kapolres Sukawijaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, ada beberapa pengurus utama HTI untuk di Kabupaten Buleleng. Bahkan disinyalir, ada di salah satu Desa di Kecamatan Sukasada termasuk di Kota Singaraja. Sedangkan, jumlah anggotanya yang hampir mencapai puluhan orang berada di sembilan Kecamatan.

Untuk itu Kapolres Sukawijaya berharap, masyarakat untuk tidak melakukan langkah-langkah diluar hukum. Dan, bila menemukan ada indikasi keberadaan anggota HTI agar diharapkan untuk melaporkan ke polisi. “Saya harapkan masyarakat untuk aktif, sehingga kami bisa dengan mudah melakukan langkah-langkah penindakan,” harap Sukawijaya. (ngr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *