HR-PAS: Gelar Lomba Janger Khas Menyali

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.co m: tarian janger khas Menyali diperlombakan

BALIEDITOR.COM – Untuk melestarikan Tarian Janger Menyali sebagai tarian khas Buleleng, Bali maka Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Lomba Tari Janger khas Menyali di panggung arena Hiburan Rakyat dana Pekan Apresiasi Seni di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Minggu (21/4/2019) malam.

“Di Kabupaten Buleleng sudah sering digelar perlomban seni tari, kegiatan ini merupakan wujud elaborasi kesenian yang sudah ada di Kabupaten Buleleng dengan mengangkat tarian yang khas dari Menyali,” demikian Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST disela sela acara.

Menurut Bupati Agus, tarian Janger Menyali ini memiliki ciri khas seperti pakem yang identik dengan gaya Menyali, tarian ini juga berkembang di masyarakat sekitar tahun 1938 sebelum kemerdekaan.

Untuk itu, kata dia, Tari Janger Menyali ini dilombakan agar dapat melestarikan kesenian budaya leluhur serta dapat dibangkitkan lagi di masyarakat terutama generasi muda.

”Tarian Janger ini memang memiliki gaya tersendiri seperti yang kita lihat pakaian dan tata rias yang khas serta lagunya juga khas perjuangan,” ucapnya.

Ke depan ia berharap perlombaan Tari Janger Menyali ini dapat melibatkan peserta tingkat SMA/SMK karena tarian ini lebih atraktif serta tarian ini identik dengan pergaulan dewasa. “Kalau bagusnya sih janger ini dilakukan oleh anak-anak SMA biar lebih atraktif” harapnya.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ir Gde Darmaja, M.Si dalam laporannya menyebutkan, sebanyak 8 Sekaa Janger mengikuti lomba ini tingkat SMP se Kabupaten Buleleng. Lomba Janger Menyali ini dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Singaraja ke 415 di Ajang Pekan Apresiasi Seni (PAS) dan Malam Hiburan Rakyat Lapangan Bhuana Patra Singaraja.

Lomba yang dilaksanakan selama 2 hari ini bertujuan untuk upaya kesinambungan dalam proses penggalian, pelestarian dan pembangunan seni sebagai bagian dari pembangunan budaya daerah serta sebagai media pendidikan seni budaya. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *