Hukum: “Hattrick” Curi Kawat Tembaga, Hendrik Terancam 7 Tahun Penjara

Foto Balieditor.com-frs: Tersangka Hendrik Setiawan (oranye) diperlihatkan kepada pers diapit oleh Kasubaghumas Sumarjaya (baju hitam), Wakapolres Buleleng Rony dan Kapolsek Gerogak Widana (kanan)

BALIEDITOR.COM – Kecerdikan Hendrik Setiawan, 34, dalam melakukan aksi pencurian kawat di tambak selama tiga tahun akhirnya berakhir di awal 2019 ini.

Aksi hattrick mencuri kawat kini membawa Henderik terancam 7 tahun penjara. Pria beralamat di Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali itu, dijerat dengan pasal 363 KUHP.

Hendrik mencuri di bengkel tambak milik Nardi di Banjar Dinas Kertakawat, Desa banyupoh, Kecamatan Gerokgak, yang merupakan bekas tempat kerja Hendrik (tiga kali berturut-turut) sebelum berhenti satu setengah tahun yang lalu.

Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana, SH, didampingi Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarja, kepada wartawan menjelaskan bahwa hasil interogasi tersangka Hendrik terungkap bahwa tersangka sudah tiga kali mencuri kawat tembaga milik korban.

“Tersangka sudah tiga kali melakukan pencurian di tempat yang sama. Tersangka tidak bisa mengelak saat diinterogasi karena setelah dilakukan pengeledahan ditemukan barang bukti kawat tembaga seberat 42 kilogram di seputaran rumahnya,” jelas Widana seraya menambahkan bahwa tersangka dengan mudah masuk ke TKP karena pernah bekerja di tempat itu sehingga tersangka sudah mengetahui lika-liku tempat tersebut.

Kasubbaghumas Polres Buleleng Gede Sumarjaya menambahkan, “Ini murni hasil penyelidikan. Kerugian mencapai Rp 2.940.000.”

Tersangka Hendrik mengaku bahwa barang curian itu biasanya dijual kepada rongsokan denganharga perkilo Rp 55.000. Menjawab pertanyaan Balieditor.com bahwa dia berhenti bekerja di perusahaan tambak itu bukan dipecat tetapi atas keinginannya karena pendapatan yang kecil. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *