Hukum: Jebol BTN, Kolag Terancam 7 Tahun Penjara

Foto Balieditor.com-frs: Kapolres Suratno memberikan keterangan pers kepada wartawan di Mapolres Buleleng

BALIEDITOR.COM – Gara-gara melakukan aksi pencurian di kawasan BTN Atra Graha Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, Gede Kastawa alias Kolag, 42, warga Desa Sambangan, terancam masuk bui 7 tahun penjara.

Kolag diciduk Unit Reskrim Polsek Sukasada, lantaran terbukti telah melakukan aksi pencurian sejumlah barang yang ada di dalam rumah milik Kartika Widya Swari, 28, di kawasan BTN Arta Graha Desa Sambangan, beberapa waktu lalu. Akibatnya, Kolag kini mendekam dibalik jeruji besi.

Penangkapan pelaku Kolag yang juga residivis ini bermula dari adanya laporan Kartika ke Mapolsek Sukasada pada 15 Januari 2018, bahwa rumahnya usai dibobol maling, pada Sabtu 30 Desember 2017 yang diduga terjadi sekitar pukul 02.00 wita dinihari.

Dalam laporan itu, sejumlah barang yang ada di dalam rumah raib disikat maling. Barang-barang yang hilang 1 unit kulkas, 1 unit TV, 1 buah kasur, 1 lembar sprei, 1 set nad cover, 1 buah setrika, 1 buah charger hp, dan beberapa potong baju.

Anggota Unit Reskrim Polsek Sukasada langsung melakukan proses penyelidikan. Memerlukan waktu yang panjang untuk bisa mengungkap kasus ini. Mengingat, pelaku cukup lihai dalam melancarkan aksinya. Hingga akhirnya, polisi berhasil membekuk pelaku tersebut yang tak lain Kastawa alias Kolag yang tinggal tidak jauh dari rumah korban Kartika. Pelaku pun ditangkap belum lama ini.

Dikonfirmasi Kapolres Buleleng, AKBP. Suratno mengatakan, penangkapan Kolag ini berawal dari pengembangan kasus curanmor di wilayah Tejakula. Saat diminati keterangan, pelaku Kolag kemudian mengakui bahwa juga sudah melakukan aksi pencurian di 2 TKP berbeda wilayah Desa Sambangan.

“Dari awal sebenarnya kami sudah curiga, karena dia (Kolag, red) ini kan seorang residivis. Akhirnya dia mengaku, melakukan juga di 2 TKP di Sukasada, pertama nyuri TV dan Kulkas, dan di TKP lain mencuri cengkeh. Jadi ada 3 TKP,” ungkap Kapolres Suratno, Kamis (19/7/2018) siang.

Yang membuat Kapolres Suratno heran karena, aksi pencurian itu dilakukan pelaku Kolag seorang diri, dengan cara mengangkut barang-barang tersebut satu per satu saat rumah korban. Barang hasil curian itupun dibawa pelaku ke salah satu rumah kosong yang ada di kawasan BTN tersebut, untuk disimpan.

“Lucunya, dia lakukan sendiri. Dan aneh juga, ternyata dia kuat lakukan sendiri. Masyarakat justru tidak ada peduli, tidak ada yang curiga jalau ada orang bawa barang. Barang itu diangkut dia satu per satu dan dibawa ke rumah kosong untuk disimpan,” jelas Kapolres Suratno.

Kata Suratno, pelaku Kolag masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu rumah, kemudian masuk ke dalam untuk mengambil barang-barang milik korban. “Pelaku masuk dalam kondisi rumah kosong. Belum sempat dijual, kami sudah berhasil tangkap pelaku,” ujar Kapolres Suratno.

Sementara pelaku Kolag mengakuinya. Ia pun mengangkut barang-barang tersebut seorang secara bertahap. Rencananya, barang hasil curian itu akan ia jual untuk kebutuhan sehari-hari. “Belum sempat saya jual, hanya disimpan di BTN rumah kosong. Rencana memang dijual, untuk kebutuhan hidup,” ucap Kolag yang beberapa waktu lalu baru keluar dari penjara.

Akibat perbuatannya, pelaku Kolag dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana kurungan 7 tahun penjara. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *