Hukum: Pemabuk asal Petandakan Ditemukan Tewas di Saluran Air Irigasi

Foto Istimewa: Korban dievakuasi

Foto Istimewa: Korban dievakuasi

BALIEDITOR.COM – Warga Lingkungan Sedayu, Kelurahan Penarukan, Singaraja, Bali, Kamis (22/2/2018) pagi sekitar pukul 07.46 wita geger. Ini lantaran ditemukan sesosok mayat pria yang sudah tidak bernyawa dalam saluran air irigasi.

Setelah diangkat ternyata mayat itu adalah warga Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, bernama Wayan Guna Yasa aias Soklak, 50. Soklak yang, warga Dusun Kawan, Desa Petandakan Kecamatan Buleleng, itu kenal sebagai pembuk di kalangan masyarakat setempat.

Korban ditemukan tersangkut dan menutupi air irigasi persawahan itu mulai membusuk, bahkan beberapa bagian tubuhnya telah hilang, sehingga diduga kuat korban tewas lebih dari empat hari.

Ketut Suparta, 55, asal Jalan Setia Budi, Gang Pattimura, Lingkungan Sedayu, yang pertama kali menemukan korban. Kala itu saksi mengecek saluran irigasi air yang awalnya air sangat besar, tiba-tiba saja mengecil, hingga kemudian melihat korban yang awalnya dikira ogoh-ogoh menutup aliran air.

“Karena tersumbat airnya, saya jalan mengecek aliran irigasi, karena awalnya airnya besar kok menjadi kecil, awalnya saya kira ogoh-ogoh, setelah saya raba-raba kok lembut ini, lihat matanya, uihh manusia-manusia ini, baru saya ngebel babinsanya,” ungkap Suparta.

Suparta mengaku hanya kenal wajah dengan korban dan sudah sering berada di wilayah tersebut untuk menyalurkan kegemarannya sebagai peminum. “Cuma kenal mukanya saja, sering kesini, peminum dia ini, diperkirakan sudah satu minggu ini sudah tidak kelihatan dan sepeda motornya masih disini,” ujarnya.

Polsek Kota Singaraja setelah mendapatkan laporan dari warga langsung melakukan evakuasi di lokasi penemuan mayat itu, banyaknya warga menyebabkan polisi untuk memasang garis polisi.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol A.A Wiranata Kusuma mengatakan, identitas korban sudah diketahui dari Desa Petandakan dan polisi masih menunggu keluarga, mayat sendiri telah dievakuasi dari saluran selokan dan selanjutnya telah dilakukan pemeriksaan medis.

“Diduga mayat ini sudah lebih dari empat hari, kondisinya sudah mulai membusuk dan dari pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, dari kondisi korban saat ditemukan diduga korban terseret air saat buang air besar,” papar Wiranata Kusuma.

Berdasarkan posisi mayat saat ditemukan, diduga kuat korban Soklak tengah buang air besar di saluran selokan tersebut dan dalam kondisi pengaruh alkohol sehingga terseret air dan tidak ada yang mengetahui, namun demikian polisi masih melakukan penyelidikan dan penyidikan atas temuan mayat tersebut. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *