Hukum: Sweeping Miras, Polisi Sita Ratusan Liter

Foto Dok Balieditor.com: Kapolres Suratno

Foto Dok Balieditor.com: Kapolres Suratno

BALIEDITOR.COM – Dalam sepekan terakhir ini, jajaran Polres Buleleng, Bali, panen minuman keras (Miras).

Dalam sweeping itu berhasil menyita ratusan liter minuman keras (miras) jenis arak Bali serta puluhan botol minuman beralkohol (mikol), yang dijual tanpa izin.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengatakan, dari hasil operasi miras yang digelar sepekan ini, polisi berhasil menyita arak tanpa kemasan sebanyak 362 liter dan mikol sebanyak 79 botol.

Semua itu, kata Suratno, dijual tanpa mengantongi izin. “Kami sita itu selama satu pekan terakhir di seluruh Buleleng,” kata Kapolres Suratno, Selasa (17/4/2018) di Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

“Ini untuk menekan kriminalitas dan kejadian di Jawa agar tidak terjadi di Buleleng. Cukup tinggi (angka kriminal akibat mengkonsumsi miras, red) terjadi di Buleleng. Seperti saat weekends banyak trek-trekan, kemudian termasuk keributan ogoh-ogoh di Kecamatan Seririt dan Kota, itu akibat konsumsi miras,” jelas Suratno.

Suratno menyayangkan peran Pemkab Buleleng yang masih sangat kurang dalam mengarahkan produksi arak Bali ke produk lain yang tidak bertentangan dengan hukum.

“Minuman alkohol ini diproduksi masyarakat. Bagaimana pemerintah mengarahkan untuk pembuatan lain, misalnya gula merah. Mungkin, karena lebih mudah dijual dalam bentuk arak, makanya arak,” ujar Suratno.

Apa hukuman bagi pelaku penjual arak? Ia menyatakan bahwa beberapa pelaku penjual arakvhanya dikenakan Tipiring.

“Kami tekankan juga masyarakat, silahkan dijual bukan dalam bentuk arak, karena jika mereka minum arak terus melakukan tindak pidana, kan tentu penjual arak juga tersangkut paut,” pungkas Kapolres Suratno. (ngr/frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *