HUT Kota Singaraja: Penari Rejang Renteng Massal Siap “Bius” Warga Kota Singaraja

Foto Humas Pemkab Buleleng for Balieditor.com: Gladi bersama penari rejang renteng

BALIEDITOR.COM – Menjelang pementasan Tari Rejang Renteng Masal pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-315 Kota Singaraja Tahun 2019 yang akan digelar beberapa hari lagi, sejumlah persiapan tengah dilakukan oleh duta masing-masing Kecamatan.

Dilansir Humas Pemkab Buleleng, pada beberapa kecamatan bahkan sudah melakukan gladi bersama seluruh perwakilan penari dari tiap-tiap desa yang dipilih untuk tampil dalam gawe akbar masyarakat Buleleng mendatang.

Seperti terlihat di Kecamatan Buleleng, Seririt, Busungbiu, dan Gerokgak, pada Minggu (24/3/2019). Gladi seluruh penari dari Kecamatan Seririt dipusatkan di Lapangan Umum Kecamatan Seririt, sedangkan area kawasan Bendungan Gerokgak menjadi tempat gladi peserta dari kecamatan paling barat di Buleleng itu.

Sementara duta Kecamatan Buleleng melaksanakan gladi di jalan Ngurah Rai- Singaraja, dan wakil Kecamatan Busungbiu berlatih di area Kantor Camat Busungbiu.

Dalam arahannya sebelum pelaksanaan gladi di Kecamatan Gerokgak, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme para peserta tari Rejang Renteng masal ini. Menurutnya, ini membuktikan bahwa semangat berkesenian di Buleleng semakin berkembang.

Bupati Agus yang pada kesempatan itu didampingi oleh Ny. Gusti Ayu Aries Sujati Suradnyana juga mengatakan, antusiasme yang diperlihatkan oleh para penari itu juga menunjukan kecintaannya pada Kota Singaraja. Dengan terlibatnya mereka nanti, hal itu menunjukan bahwa perayaan HUT Kota Singaraja bukan saja menjadi perayaan warga kota saja, tapi menjadi perayaan bagi seluruh warga Buleleng.

“Pada latihan ini ada interaksi sosial di dalamnya. Saya merasa bangga, dan saya ingin semua PKK di Kabupaten Buleleng ini bisa bersatu padu terus membangun Buleleng,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati PAS, sekecil apapun sumbangsih yang diberikan oleh masyarakat kepada Pemkab Buleleng, hal itu merupakan amunisi bagi kelanjutan pembangunan di Buleleng. Karena bagaimanapun juga, lanjutnya, pagelaran tarian seperti ini akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan adat istiadat dan budaya Bali.

Sementara itu, Camat Gerokgak Made Juartawan, S.STP, MM mengungkapkan, duta masing-masing desa dari Kecamatan Gerokgak sudah cukup siap mengikuti pementasan secara masal. Dijelaskannya, sebanyak 700 orang penari dari 14 desa yang ada di Kecamatan Gerokgak akan ikut serta pada puncak perayaan HUT Kota nanti. Menurutnya, hampir tidak ada kendala yang dihadapi selama persiapan tarian masal ini.

“Kalau gladi di masing-masing desa sudah sering dilaksanakan, jadi hari ini kami gladi bersama mencoba merepresentasikan tempat, dimana nanti di Jalan Pramuka yang kami dapat. Jadi paling tidak penari itu tau masing-masing kondisinya,” terang alumni STPDN ini.

Hal senada juga juga diungkapkan Camat Seririt I Nyoman Riang Pustaka,S.IP. Dihubungi secara terisah, dia menjelaskan bahwa gladi bersama tersebut merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan untuk peserta di kecamatan itu. Dari kecamatan Seririt sendiri jumlah pesertanya mencapai 1.050 orang yang berasal dari 21 desa dan kelurahan.

Diakuinya, sebelumnya memang ada kesulitan menyamakan gerak tari untuk masing-masing desa. Namun, dengan adanya workshop Tari Rejang Rentang yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali bersama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng belum lama ini, kendala dimaksud bisa diatasi.

“Sehingga tadi (saat gladi) hanya ada perbaikan (gerak) mungkin sedikit saja. Untuk persiapan sementara ini tidak ada masalah. Untuk pakaian, bahan sudah kami droping ke masing-masing desa. Nanti untuk rias, transport, dan makan minum akan dibantu oleh masing-masing Perbekel,” jelas Camat Riang. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *