HUT RS Kertha Usada ke-28: Kertha Usada Pilihan Utama Masyarakat

Foto Istimewa: Acara pelepasan balon dalam peringatan HUT RS Kertha Usada ke-28 di Taman Kota Singaraja, Minggu (23/9/2018) pagi

BALIEDITOR.COM – SIAPA yang tidak kenal Rumah Sakit Umum (RSU) Kertha Usada? Seluruh Bali terutama masyatakat Bali Utara dan beberapa kabupaten tetanggan seperti Bangli, Jembrana, sudah sangat familiar dengan RS Kertha Usada Singaraja.

RS milik dua orang tokoh Bali dan nasional yang juga pasangan suami-istri (Pasutri) Gede Dharma Widjaya dan Tutik Kusuma Wardhani ini makin dewasa. Rumah sakit swasta pertama di Buleleng itu, kini memasuki usianya ke-28. Sebuah usia yang sudah cukup matang dan dewasa. Manajamen rumah sakit terus melakukan peningkatan layanan. Sehingga rumah sakit semakin dekat dengan hati masyarakat.

Humas RS Kertha Usada melalui press releasenya yang dikirim ke Balieditor.com menyebutkan, serangkaian perayaan hari jadi ke-28, Minggu (23/9/2018) pagi, digelar acara “Jalan Sehat dan Senam Germas, Berbagi dan Sehat Bersama Kertha Usada”. Acara itu dipusatkan di Taman Kota Singaraja, dan dipadati ribuan masyarakat Buleleng. Selain digelar jalan sehat, juga digelar serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat. Diantaranya konsultasi kesehatan pada dokter spesialis secara gratis, hingga pelayanan kesehatan yang juga diberikan secara cuma-cuma.

Apa kata Direktur RSU Kertha Usada, dr. Wayan Parna Arianta? Dokter Arianta mengatakan, seiring dengan bertambahnya usia, manajemen rumah sakit terus berusaha meningkatkan kualitas layanan. Baik itu layanan spesialis maupun sub spesialis. Termasuk melengkapi alat-alat kesehatan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan secara paripurna di Buleleng.

Kata dia, beberapa layanan yang menjadi keunggulan RSU Kertha Usada dibanding rumah sakit lain, yakni ketersediaan layanan bedah syaraf. Hingga kini, RSU Kertha Usada adalah rumah sakit satu-satunya di regional Bali Utara yang memiliki layanan tersebut. Selain itu pihak rumah sakit kini juga memiliki layanan bedah jantung dan pembuluh darah, dengan mendatangkan dokter ahli pada kompetensi tersebut.

Ada pula layanan bedah mata. Masyarakat yang memiliki keluhan katarak, dapat dioperasi menggunakan laser. Layanan ini juga satu-satunya di Singaraja. Sehingga penanganan pasien dengan katarak, bisa dilakukan dengan optimal. Belum lagi layanan sub spesialis seperti digestif, pencernaan, dan ginjal.

“Dengan melengkapi layanan, kami berharap bisa menjawab kebutuhan masyarakat Buleleng dan sekitarnya. Sehingga pelayanan bisa paripurna. Masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang canggih dan prima, tanpa harus jauh-jauh ke Denpasar. Kami juga berupaya dari segi biaya bisa makin kompetitif,” jelas dr Parna.

Kini pihak rumah sakit juga memiliki layanan manajemen pain atau manajemen nyeri. “Kami punya kelompok dokter yang khusus menangani masalah tersebut. Layanan ini bisa digunakan untuk penanganan rematik, termasuk rehab medis. Dengan layanan ini kami harap RSU Kertha Usada bisa menjadi pionir dalam memajukan masyarakat di Buleleng, terutama di bidang kesehatan,” urai dr Parna. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *