Indehoi sama PIL di Hotel di Jalan Pulau Obi, Luh Ari Digerebek Suami

Ilustrasi

BALIEDITOR.COM – Saat sedang asyik bermain kuda lumping di kamar hotel di Jalan Pulau Obi, wilayah Kelurahan Banyuning, Singaraja, Buleleng, Bali, Minggu (2/9/2018), Luh Ari, 32, bersama pria idaman lain (PIL) bernama Kuncit, 36, langsung digerebek suaminya Gede Widia.

Aksi penggerebekan terhadap pasangang selingkuh itu, membuat warga di sekitar hotel shorttime itu geger nan heboh.

Ini lantaran Luh Ari, berstatus istri, beralamat di Banjar Dinas Ceblong, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, itu dan selingkuhannya yang akrab disapa Kuncit dari Banjar Dinas Kloncing, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, yang sehari-hari sebagai sopir itu, saat sedang terlena dalam kenikmatan birahi, tiba-tiba digerebek suaminya Gede Widia secara ramai-ramai dengan keluarga besarnya.

Bagaimana kisah penggerebekan itu? Made Sukara, keluarga Gede Widia, kepada Balieditor.com Minggu (2/9/2018) menceritakan bahwa aksi perselingkugan Luh Ari dan Kuncit itu sudah berlangsung sekitar 6 bulan lebih. Ulah Luh Ari itu sudah diketahui suami bersama keluarga besarnya di Sudaji.

Hanya saja, Gede Widia yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat batu sikat, belum bisa bertindak karena belum memperoleh cukup bukti. Namun Minggu (2/9/2018) nasib Luh Ari dan Kuncit lagi apes.

Diceritakan Sukara, begitu Luh Ari keluar dari rumah di Sudaji, sudah dicurigai dan dibuntuti oleh adik iparnya sampai masuk kamar hotel di Jala Pulau Obi. Setelah Luh Ari dan Kuncit masuk kamar hotel, barulah suaminya dan keluarga besarnya dihubungi. Kemudian menyusun aksi penggerebekan terhadap pengkhianat cinta itu.

”Pertama yang membuntuti adiknya keponakan saya, dibiarkan dulu masuk kamar hotel setelah itu baru dipanggil keluarga untuk menggerebek. Kasihan keponakan saya siang malam bekerja sebagai pembuat batu sikat dipermaikan seperti itu, siapa keluarga tak sakit?” cerita Sukara.

“Katanya Luh Ari itu sudah hamil 2 bulan sekarang, untuk memastikan sudah kita visum ke rumah sakit apakah benar sudah melakukan persetubuhan. Saya tidak terima keluarga dipermaikan seperti itu, kami sudah sepakat untuk menceraikanya dan keduanya mempertanggung jawabkan perbuatan itu,” tegas Sukara seraya menambahkan bahwa Luh Ari yang berasal dari Desa Sinabun itu ternyata hobi ganti pria dalam pemuasan nafsu birahinya.

Menariknya, saat digerebek, keduanya tidak langsung keluar dari kamar hotel. “Pada saat saya grebeg dikamar hotel ada 20 menit baru mau keluar setelah digedor, mereka berdua dalam kamar hotel. Bukan kali ini saja kami ketahui gerak geriknya, sudah berkali-kali cuman buktinya baru sekarang ketahuan,” ungkap Sukara. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *