Jembatan Belanda Kumuh, Pemkab Buleleng Disodok Masyarakat

Foto Balieditor.com-frs: Inilah Jembatan Belanda yang kondisinya sangat kumuh karena tak dirawat Pemkab Buleleng

Foto Balieditor.com-frs: Inilah Jembatan Belanda yang kondisinya sangat kumuh karena tak dirawat Pemkab Buleleng

BALIEDITOR.COM – Sungguh memprihatinkan sejumlah bangunan bersejarah di Buleleng terutama di Kota Singaraja. Kondisi bangunan-bangunan bersejarah itu tidak terawat dan terlihat amat kumuh.

Seperti Jembatan Belanda yang melintasi Tukad Buleleng. Kondisi bangunan bersejarah itu sangat amat memprihatinkan. Padahal itu merupakan bagian dari objek wisata Pelabuhan Buleleng yang kini sangat ramai dikunjungi masyarakat dan turis mancanegara.

Warga Kota Singaraja pun sangat prihatin melihat kondisi bangunan bersejarah yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjalanan Kota Singaraja yang pernah menjadi kota pelabuhan terkenal di Indonesia Timur.

“Jembatan Belanda yang merupakan bagian dari sejarah Buleleng saja tidak dirawat. Kita tidak habis pikir, apa sih kerjaan pemerintah Buleleng sekarang,” tandas Dewa Ketut Mandala, warga Kota Singaraja yang cukup kritis terhadap pembangunan di Buleleng itu.

Dalam percakapan dengan Balieditor.com, Jumat (23/6/2017) Dewa Mandala mengkritisi sikap Pemkab Buleleng di bawah kendalai Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wabup Nyoman Sutjidra, yang dinilai tidak memiliki sense dan kepedulian terhadap sejarah perjalanan Buleleng.

“Ini kembali pada pemimpin daerahnya. Kalau pemimpin daerah tidak memiliki rasa peduli terhadap sejarah pasti ia tidak peduli terhadap bangunan bersejarah,” sindirnya dibenarkan Agus warga lain yang kebetulan mendengarkan percakapan Balieditor.com dengan Dewa Mandala.

Dewa Mandala kemudian membandingkan kondisi Jembatan Belanda zama Bupati Putu Bagiada dengan zaman pemerintahan Bupati Putu Agus Suradnyana. “Kalau zamannya Pak Bupati Putu Bagiada, Jembatan Belanda itu dirawat dengan baik. Dibuatkan atap, lalu isi dengan lampu kelap-kelip, dan bersih sehingga menjadi salah satu ikon Kota Singaraja waktu itu,” cerita Dewa Mandala.

Tapi, kata dia, kondisi Jembatan Belanda saat ini sangat memprihatinkan. Tidak ada perawatan dan Jembatan Belanda itu kini menjadi kawasan kumuh tempat orang membuat sampah. “Mau jadi apa Singaraja kalau objek-objek menarik dan bersejarah tidak dirawat dengan baik dan malah dibiarkan kumuh begini,” kritik Dewa Mandala.

“Jangankan mau melewati di jembatan itu, orang lirik saja rasanya sudah mau muntah,” tambahnya.

Bagaimana tanggapan Pemkab Buleleng? Hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Buleleng terutama dari Dinas Kebudayaan. (frs)

2 thoughts on “Jembatan Belanda Kumuh, Pemkab Buleleng Disodok Masyarakat

  • Masyarakat merasakan pihak Pemda kurang perhatian pada aspek pelestarian peninggalan Buleleng kuno. Tanda sejarah dan tradisi budaya terkikis. Mau dibawa kemana Buleleng yg pernah jadi unggulan Bali. Prihatin Bulelengku sayang.

  • Sayang Pemda Buleleng seperti mengabaikan peninggalan Bulelleng. Tonggak2 unggulan Bulekeng yg dibangun pendahulu Buleleng yg pernah kita banggakan kurang diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *