Kadisdukcapil: “Mungkin Ngga Mau Urus ke Kantor”

Foto Ist: Kadisdukcapil Buleleng Ayu Reika

BALIEDITOR.COM – Keluhan masalah kekosongan blanko E-KTP atau KTP Elektronik yang disampaikan masyarakat terutama oleh politisi NasDem Bali, Nyoman Tirtawan, ditanggapi Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, S.Sos.

Kadis Reika memberikan penjelasan panjang lebar tentang masalah pencetakan hingga masalah kekosongan blanko E-KTP di Bumi Panji Sakti itu.

Reika mengakui bahwa memang ada kekosongan blanko. Namun, kata dia, hal itu tidak berlangsung lama alias berbulan-bulan.

“Memang untuk saat ini blanko lagi kosong. Tapi tidak lama ko, hanya sebentar,” jelas Reika kepada Balieditor.com, Selasa (5/11/2019) pagi.

Kadis Reika yang mengaku sedang berada di Jakarta itu membantah tudingan Tirtawan bahwa perekaman sudah dilakukan Juli 2019 lalu namun hingga kini belum terbit.

Warga yang sudah melakukan perekaman adalah putra Tirtawan bernama Mahesa Konrad Dotterweich Beralamat di Warung Bambu Banjar Dinas Dauh Margi Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng.

“Tidak benar kekosongan blanko sampai berbulan-bulan. Mungkin ngga mau urus ke kantor,” tandas Reika.

Kata dia, karena keterbatasan blanko sehingga pencetakan KTP diperuntukkan untuk yang mendesak dan perekaman baru. “Pencetakan KTP diperuntukkan utk yg mendesak dan perekaman baru,” ujarnya.

Mantan Camat Banjar itu memaparkan bahwa bagi perubahan elemen data, rusak atau hilang akan diberikan Surat Keterangan Pengganti E-KTP. “Perubahan elemen data, rusak atau hilang, dicetakkan Surat Keterangan Pengganti KTP el,” paparnya.

“Pedoman suket berdasarkan Surat Edaran Mendagri 470/296/SJ tertanggal 29 Januari 2016 perihal KTP-elektronik berlaku seumur hidup dan Surat Kementerian Dalam Negeri nomor: 471.13/6153/Dukcapil perihal pelayanan rekam cetak E-KTP,” pungkas Reika. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *