Kapolsek Gerokgak Bantu Korban Kebakaran di Banyuwedang

Foto ist: Kapolsek Widana (dua dari kiri) membantu korban kebakaran

BALIEDITOR.COM – Sikap sosial-kemanusiaan Kapolsek Gerokgak, Buleleng, Bali, Kompol Made Widana, SH, patut ditiru pejabat lain baik di Polri, TNI maupun pejabat sipil.

Setiap kali warga di wilayah hukum Polsek Gerokgak, mendapat musibah terutama kebakaran rumah tinggal, perwira melati satu di pundak itu langsung turun langsung dan memberikan bantuan.

Seperti hari ini, Widana didampngi Kanit Provost Iptu Putu Widnyana, Bhabinkamtibmas Pejarakan Aiptu Wayan Sudarma dan anggota Intel Bripka Made Suharta mendatangi korban kebakaran di Banjar Dinas Banyuwedang, Desa Pejarakan.

Rumah yang terbakar Senin (10/6/2019) siang pukul 11.00 wita itu milik Abdus Sa’I, 62. Kapolsek Widana pun memberikan bantuan kepada Abdus Sa’I, Selasa (11/6/2019) pukul 12.30 wita.

Bantuan itu berupa mie instan 2 dus, 2 dus air mineral dan 2 karung beras isi 25kg, kopi dan gula kepada Abdus Sa’I di Banjar Dinas Banyuwedang, Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak.

“Ini wujud nyata semboyan Polri, sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dalam rangka untuk sedikit meringankan beban warganya yang terkena musibah,” jelas Kapolsek Widana.

Kapolsek Widana menyatakan, “Dengan cara seperti ini kita juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Semoga selalu terjalin hubungan yang baik dengan masyarakat.”

Sementara itu, salah satu keluarga korban mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kapolsek Widana. “Kami mewakili Korban mengucapkan terima kasih sekaligus merasa bangga kepada Polsek Gerokgak yang sudah perhatian terhadap korban kebakaran ini. Semoga senantiasa dibalas kebaikannya oleh Tuhan Yang Maha esa Allah SWT,” ucap keluarga korban itu.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa kebakaran terjadi Senin (10/6/2019) kemarin sekitar pukul 11.00 wita siang. Saat itu istri Sa’i menggoreng tahu di dapur. Namun ia malah pergi ke Sumberkima dan meninggalkan kompor dalam keadaan masih menyala karena lupa mematikan kompor tersebut. Akibatnya korban menderita kerugian mencapai Rp 20.000.000.

“Warga di sini sangat berusaha melakukan pertolongan, karena gas yang ada di dapur sudah menyembur jadi api semakin besar. Disamping itu minimnya mobil operasional Pemadam Kebakaran di wilayah Buleleng Barat ini,” ujar Gede Sukrada, warga setempat. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *