Kasus Eks-Anggota Dewan Hanura: Harja vs Polsek Kota Singaraja = 0-1

Foto Balieditor.com-frs: Putu Suarjana, eks-anggota DPRD Buleleng dari Hanura terlibat kasus pemalsuan surat

BALIEDITOR.COM – Pertarungan antara Gede Harja Astawa, SH, pengacara tersangka Putu Suarjana, 52, yang notabene eks-anggota DPRD Buleleng dari Partai Hanura periode 2009-2014, versus Polsek Kota Singaraja, berakhir dengan kedudukan 0-1 untuk Polsek Kota Singaraja.

Ini lantaran berbagai upaya yang dilakukan Harja untuk menyelamatkan kliennya dari jeratan hukum gagal. Putu Suarjana asal Banjar Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, itu Kamis (19/9/2019) siang sekitar jam 10.00 wita dilimpahkan ke Kejari Buleleng setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap alias P-21.

Sebelum dilakukan penyerahkan Suarjana kepada Kejari Buleleng di Jalan Dewi Sartika No 23 Singaraja, Polsek Kota Singarja melalui Kanit Reskrim Polsek Kota Singaraja Iptu Suseno bersama Kasubbaghumas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, menggelar jumpa pers di press room Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja.

“Kamis tanggal 19 Sleptember 2019 sekira jam 10.00 wita berdasarkan surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng nomor B-2006/N.1.11/Eoh.1/09/2019 tanggal 12 September 2019, tentang hasil penyidikan sudah lengkap (P. 21 ). Maka kami melimpahkan tahap 2 ke Jaksa Penuntut Umum tersangka atas nama Putu Suarjana,” jelas Kanit Reskrim Polsek Kota Singaraja, Iptu Suseno mengawali keterangan persnya dalam acara jumpa pers tersebut.

Suseno yang menghabiskan lebih dari setengah karier polisi sebagai penyidik itu menjelaskan, tersangka diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuaan surat dan atau menempatkan keterangan palsu di dalam akta autentik atas pembelian sebidang tanah sebagaimana dimaksud dlm pasal 263 KUHP dan atau pasal 266 KUHP.

“Tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke kejaksaan Negeri Buleleng dengan surat pengantar No. B/381B/IX/Res.1.9/2.19 tanggal 19 September 2019,” tambahnya lagi.

Dipaparkan Suseno, tersangka Suarjana dilakukan penahanan oleh Polsek Kota Singaraja dari tanggal 17 Juli 2019 sampai dengan 18 Juli 2019. ”Dan tsk dilakukan pembantaran penahanan karena sakit (opname di RSUD Buleleng) kemudian setelah dinyatakan sembuh /sehat penahanan dilanjutan dari tanggal 26 Juli 2019 sampai dengan tanggal 13 Agustus 2019 dan diperpanjang penahanan dari tanggal 14 agustus 2019 sampai tanggal 22 September 2019,” papar Suseno.

Kasubbaghumas Polres Iptu I Gede Sumarjaya menambahkan bahwa dengan dilimpahkannya tahap kedua ke JPU Kejari Buleleng, maka kelanjutan kasus tersebut bukan lagi kewenangan polisi tetapi sudah menjadi kewenangan Kejari Buleleng. “Saya ingin tegaskan bahwa sejak dilakukan pelimpahan tahap 2 ini maka tugas kami kepolisian sudah berakhir dan selanjutnya menjadi tugas Kejari Buleleng,” pungkas Sumarjaya.

Dengan demikian, pertarungan antara Harja sebagai pengacara tersangka Suarjana, versus Polsek Kota Singaraja pun berakhir dengan skor 0-1 untuk keunggulan Polsek Kota Singaraja. Lucunya, Harja kemarin tidak tampak mendampingi kliennya saat dilakukan jumpa pers di press room Mapolres Buleleng.

Sementara tersangka Suarjana tidak mau berkomentar saat ditanya wartawan. “Saya sudah memberikan keterangan ke penyidik, tanya saja ke penyidik,” ujar Suarjana sambil menunjuk ke Kanit Suseno. (frs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *